
batampos – Epson memperkuat lini solusi percetakan tekstil industri di Indonesia dengan meluncurkan printer dye-sublimation terbaru, SureColor (SC)-F20030, dalam ajang Surabaya Printing Expo (SPE) 2026. Printer berukuran 76 inci tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri yang menginginkan produktivitas tinggi, kualitas cetak konsisten, serta proses produksi yang lebih efisien.
Peluncuran SC-F20030 dilakukan seiring meningkatnya adopsi teknologi digital di industri tekstil nasional. Epson menilai transformasi menuju sistem produksi yang lebih cepat, fleksibel, dan berkelanjutan menjadi kebutuhan agar pelaku industri tetap mampu bersaing.
Mengacu pada laporan Epson-IDC Digital Textile Printing Trends in Southeast Asia, teknologi digital dye-sublimation disebut mampu mendorong pertumbuhan pendapatan penyedia layanan cetak hingga delapan kali lebih cepat dibandingkan metode sablon konvensional. Teknologi ini juga membuka peluang di berbagai segmen bernilai tambah, seperti pakaian olahraga, fesyen, dekorasi interior, hingga alas kaki.
Baca Juga: Google Resmi Umumkan Event Pixel 11, Peluncuran Digelar 12 Agustus 2026
“Transformasi digital di industri tekstil bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk menjaga daya saing. Pelaku industri dituntut mampu memproduksi lebih cepat, lebih fleksibel, dan tetap menjaga kualitas secara konsisten,” ujar Head of Vertical Business Epson Indonesia, Ario Aditya.
SC-F20030 merupakan pengembangan dari model sebelumnya, SC-F11030. Printer ini menggunakan delapan printhead PrecisionCore MicroTFP yang mampu menghasilkan kecepatan cetak hingga 306 meter persegi per jam pada resolusi 600 x 600 dpi.
Untuk mendukung operasional berkelanjutan, perangkat ini dibekali sistem tinta bulk ink berkapasitas 10 liter dengan fitur hot swap. Fitur tersebut memungkinkan proses pencetakan tetap berlangsung ketika salah satu kantong tinta diganti sehingga waktu henti produksi dapat diminimalkan.
Epson juga melengkapi printer ini dengan sistem pengering internal dua sisi yang membantu mempercepat proses pengeringan tinta sekaligus mengurangi risiko kerutan media dan perpindahan tinta.
Baca Juga: Ramalan 9 Juli 2026: Empat Shio Hidup Mulai Berubah ke Arah Lebih Baik
Selain itu, tersedia sistem pengelolaan debu terintegrasi yang berfungsi menjaga kebersihan area cetak, mengurangi potensi penyumbatan nozzle, serta mempertahankan kualitas hasil cetak pada produksi berskala besar.
Untuk kebutuhan industri dengan volume produksi tinggi, SC-F20030 mendukung penggunaan opsi Jumbo Roll dan Jumbo Reel yang mampu menopang media hingga 300 kilogram. Kapasitas tersebut memungkinkan proses produksi berlangsung lebih lama tanpa harus sering mengganti media.
Dari sisi perawatan, Epson menyematkan fitur self-service maintenance. Operator dapat mengganti beberapa komponen, seperti printhead dan anti-drying cap, secara mandiri dengan panduan diagnostik yang tersedia pada perangkat.
SC-F20030 diperkenalkan kepada pasar Indonesia dalam Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 yang berlangsung pada 8–11 Juli 2026 di Grand City Convex, Surabaya. Epson menyatakan printer tersebut akan dipasarkan melalui jaringan dealer resminya di Indonesia setelah peluncuran di ajang tersebut. (*)
