
batampos – Microsoft dikabarkan tengah menyiapkan restrukturisasi besar-besaran di divisi Xbox yang berpotensi berdampak pada sejumlah studio gim, proyek yang sedang dikembangkan, hingga ribuan karyawan.
Salah satu proyek yang disebut masuk dalam evaluasi adalah Marvel’s Blade, gim terbaru garapan Arkane Lyon.
Berdasarkan laporan terbaru, Microsoft sedang meninjau berbagai langkah efisiensi, mulai dari pembatalan proyek, penjualan studio, hingga penutupan beberapa anak perusahaan di bawah naungan Xbox. Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan resmi yang diumumkan perusahaan.
Marvel’s Blade menjadi salah satu proyek yang paling disorot. Gim yang diumumkan pada 2023 itu sebelumnya ditargetkan meluncur pada 2026. Namun, menurut sumber yang mengetahui proses pengembangannya, jadwal internal kini bergeser hingga akhir 2027.
Selain mengalami penundaan, proyek tersebut juga dikabarkan menghadapi pembengkakan biaya produksi. Kondisi itu membuat Microsoft mempertimbangkan apakah pengembangannya masih layak dilanjutkan.
Tak hanya proyeknya, masa depan Arkane Lyon, studio di balik seri Dishonored dan Deathloop, juga disebut sedang dievaluasi. Sejumlah opsi disebut tengah dipertimbangkan, mulai dari menutup studio, memisahkannya dari Xbox, hingga mencari investor atau pembeli baru agar Arkane tetap dapat beroperasi secara mandiri.
Restrukturisasi ini tidak hanya menyasar Arkane Lyon. Laporan yang sama menyebut Compulsion Games, Double Fine, Ninja Theory, dan Undead Labs juga masuk dalam daftar studio yang sedang ditinjau.
Bahkan, di Compulsion Games muncul kekhawatiran di kalangan karyawan setelah manajemen internal disebut mengingatkan sebagian staf untuk mulai mencari peluang kerja lain.
Sementara di Ninja Theory, sejumlah pegawai juga dikabarkan telah diberi informasi bahwa studio mereka berpotensi dipisahkan dari Xbox atau bahkan ditutup.
Di sisi lain, restrukturisasi disebut akan dibarengi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Pengurangan tenaga kerja diperkirakan mulai berlangsung pada 6 Juli 2026 dan berpotensi berdampak pada sekitar 1.000 karyawan di berbagai divisi Xbox.
Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi pembenahan organisasi di bawah kepemimpinan CEO Xbox, Asha Sharma, yang sebelumnya menegaskan perusahaan perlu mengambil keputusan sulit demi membangun bisnis gim yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Hingga berita ini ditulis, Microsoft, Xbox, Bethesda, maupun Arkane Lyon belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.
Karena itu, seluruh informasi mengenai pembatalan Marvel’s Blade maupun penutupan studio masih sebatas laporan dan belum dikonfirmasi secara resmi. (*)
