
batampos – Penyanyi asal Selandia Baru, Lorde, memberikan hadiah spesial kepada para penggemarnya dengan merilis 49 rekaman demo dari proses pembuatan album Virgin. Perilisan tersebut dilakukan untuk memperingati satu tahun sejak album studio keempatnya dirilis pada Sabtu (27/6).
Tak hanya membagikan demo lagu, Lorde juga meluncurkan halaman khusus bernama XRAYS di situs resminya. Melalui laman tersebut, penggemar dapat mengakses berbagai materi eksklusif yang mendokumentasikan perjalanan kreatif di balik lahirnya album Virgin.
Arsip tersebut berisi rekaman demo, foto-foto selama proses produksi, catatan pribadi, hingga konsep awal artwork yang akhirnya berkembang menjadi identitas visual album.
Lorde menyebut demo-demo itu sebagai “skeletons” atau kerangka awal yang memperlihatkan bagaimana setiap lagu berkembang dari ide sederhana hingga menjadi versi final yang dirilis ke publik.
Dalam surat yang menyertai peluncuran arsip tersebut, Lorde mengungkapkan sempat mempertimbangkan untuk merilis demo yang telah disempurnakan. Namun, ia akhirnya memilih membagikan rekaman mentah agar penggemar bisa melihat proses kreatifnya secara apa adanya.
Menurutnya, demo tersebut memuat berbagai eksperimen, pengulangan, hingga kesalahan yang terjadi selama proses penulisan dan produksi lagu. Justru bagian-bagian itulah yang dianggap paling jujur dalam perjalanan menciptakan album Virgin.
Lorde juga mengungkapkan bahwa album tersebut lahir di tengah masa yang penuh tantangan dalam hidupnya. Ia mengaku sempat berjuang melawan gangguan makan, mengalami putus hubungan, didiagnosis mengalami Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD), hingga merasakan burnout setelah album dirilis.
Pengalaman-pengalaman tersebut kemudian menjadi fondasi utama dalam penulisan lirik dan membentuk nuansa emosional yang kuat di sepanjang album.
Menurut Lorde, proses menulis dan menyanyikan lagu-lagu di Virgin membantunya menghadapi ketakutan sekaligus mengungkap berbagai perasaan yang selama ini sulit diutarakan.
Ia berharap arsip XRAYS dapat memberikan gambaran menyeluruh kepada para penggemar mengenai proses kreatif di balik salah satu karya paling personal dalam perjalanan kariernya.
Lorde juga mengungkapkan seluruh materi di halaman XRAYS nantinya akan dipindahkan ke platform baru bernama Lume setelah layanan tersebut resmi diluncurkan. (*)
