Selasa, 9 Juni 2026

Ini 5 Kebiasaan Pagi yang Harus Dihentikan Karena Merusak Otak

Berita Terkait

Ilustasi cek handphone saat bangun tidur. (foto: unsplash_com)

batampos – Psikologi dan neurosains membuktikan bahwa kebiasaan pagi yang dilakukan dalam 60 hingga 90 menit pertama setelah bangun tidur sangat menentukan fungsi otak sepanjang hari.

Banyak orang tanpa sadar merusak otak mereka sendiri sebelum jam sembilan pagi melalui kebiasaan-kebiasaan yang tampak sepele namun dampaknya sangat nyata.

Memahami apa yang sebenarnya terjadi di otak saat pagi hari dapat membantu seseorang menghentikan kebiasaan yang justru menyabotase suasana hati dan konsentrasi mereka.

Dilansir dari laman YourTango pada Senin (8/6), berikut lima kebiasaan pagi yang perlu segera dihentikan karena terbukti merusak fungsi otak berdasarkan sudut pandang psikologi dan neurosains modern.

1. Langsung mengecek ponsel begitu bangun tidur

Dalam 30 hingga 45 menit pertama setelah bangun, terjadi lonjakan kortisol alami yang disebut Cortisol Awakening Response untuk mempersiapkan tubuh menghadapi hari.

Langsung memeriksa media sosial, pesan kerja, atau berita di ponsel memperkenalkan pemicu stres pada jendela sensitif ini dan mengganggu sistem persiapan alami otak.

Menunggu setidaknya 45 menit sebelum menyentuh ponsel adalah langkah sederhana namun sangat efektif untuk membiarkan respons kortisol alami berkembang secara optimal.

2. Tidak mendapatkan paparan cahaya matahari pagi

Cahaya yang masuk ke mata di pagi hari merangsang area otak bernama suprachiasmatic nucleus yang berfungsi sebagai pengatur jam biologis seluruh tubuh.

Paparan cahaya pagi secara alami mendukung lonjakan kortisol yang sehat, menekan melatonin secara tepat waktu, dan meningkatkan produksi serotonin yang mengatur suasana hati.

Tanpa paparan cahaya pagi yang cukup, seseorang cenderung merasa lesu sepanjang hari dan kualitas tidur di malam berikutnya pun ikut memburuk.

3. Langsung memulai pekerjaan kompleks yang butuh fokus dalam

Saat baru bangun tidur, otak masih berada dalam kondisi sleep inertia di mana kemampuan berpikir dan pengambilan keputusan masih sangat terganggu.

Meski pagi yang tenang terasa seperti waktu yang ideal untuk langsung berkonsentrasi, otak sebenarnya belum siap untuk pekerjaan yang membutuhkan fokus mendalam.

Mendukung Cortisol Awakening Response terlebih dahulu melalui paparan cahaya, menghindari layar, dan sedikit gerakan adalah cara terbaik menyiapkan otak untuk bekerja.

4. Sarapan dengan makanan tinggi gula

Sarapan yang tinggi gula seperti roti selai atau sereal manis menyebabkan lonjakan glukosa darah yang diikuti penurunan tajam beberapa jam kemudian.

Ketidakstabilan glukosa ini secara langsung memengaruhi kinerja otak karena otak bergantung pada glukosa sebagai bahan bakar utamanya sepanjang hari.

Menggantinya dengan sarapan kaya protein sebanyak 25 hingga 35 gram terbukti mendukung kinerja kognitif, mengatur nafsu makan, dan memberikan energi yang stabil.

5. Melewatkan hidrasi setelah bangun tidur

Setelah berjam-jam tanpa asupan cairan selama tidur, tubuh bangun dalam kondisi sedikit dehidrasi yang sering tidak disadari oleh banyak orang.

Bahkan dehidrasi ringan sudah cukup untuk memengaruhi performa kognitif dan suasana hati seseorang secara signifikan sejak awal pagi.

Minum sekitar 250 hingga 350 mililiter air segera setelah bangun tidur adalah kebiasaan sederhana dengan dampak besar pada fungsi otak dan konsentrasi sepanjang hari. (*)

ReporterJPGroup

Update