
batampos – Band punk dan noise rock Hammok resmi menandatangani kontrak dengan label rekaman independen Sargent House sekaligus mengumumkan perilisan album terbaru mereka yang dijadwalkan rilis pada 5 Juni 2026.
Album tersebut berjudul When Does This Place Become Our Scene dan akan menjadi rilisan kedua dari band asal Norwegia itu. Pengumuman album disertai peluncuran single utama berjudul The Scene yang juga dirilis bersama video musik.
Single tersebut menggambarkan arah musikal album terbaru Hammok yang masih mengusung perpaduan punk, noise rock, dan post-hardcore. Lagu ini lahir dari pengalaman band tersebut saat menjalani tur di sejumlah kota di Eropa.
Melalui lagu tersebut, Hammok merefleksikan dinamika komunitas musik lokal serta hubungan mereka dengan para penggemar baru yang ditemui selama tur berlangsung.
Album When Does This Place Become Our Scene akan berisi 12 lagu, di antaranya “The Scene”, “Semi Automatic Machines”, “CND”, “Thirst”, serta lagu penutup “When the Kids Are Too Old”.
Album ini juga menandai eksplorasi tema yang lebih luas dari Hammok, termasuk soal identitas, hubungan sosial, hingga perasaan kesendirian di tengah perkembangan media sosial.
Hammok memulai debut resmi mereka pada 2022 lewat EP Jumping/Dancing/Fighting. Band ini kemudian merilis album penuh pertama berjudul Look How Long Lasting Everything Is Moving Forward for Once pada 2024.
Grup musik tersebut terdiri dari Tobias Osland (vokal dan gitar), Ferdinand Aasheim (drum), serta Ole Benjamin Thomassen (bass).
Album terbaru ini diproduksi secara mandiri oleh para personel Hammok. Melalui proyek tersebut, mereka ingin menegaskan visi kreatif band sekaligus memperluas jangkauan musik mereka di bawah label Sargent House yang dikenal menaungi berbagai musisi rock alternatif. (*)
