Jumat, 27 Februari 2026

Jangan Langsung Minum Air Dingin Saat Berbuka Puasa, Simak Penjelasannya

Berita Terkait

Ilustrasi mengonsumsi air dingin. (ANTARA/freepik.com)

batampos – Setelah seharian menahan rasa haus dan lapar, tidak sedikit orang yang langsung memilih minum air es untuk menghilangkan dahaga dengan cepat saat berbuka puasa. Terutama ketika cuaca sedang panas.

Namun, bolehkah langsung minum air dingin saat berbuka puasa? Apakah kebiasaan ini aman bagi tubuh, atau justru dapat menimbulkan gangguan pencernaan dan masalah kesehatan lainnya?

Untuk memahami jawabannya, penting untuk mengetahui bagaimana kondisi tubuh setelah berpuasa dan bagaimana pengaruh suhu air terhadap sistem pencernaan.

Dilansir dari laman Oman Observer pada Jumat (27/2), berikut penjelasan mengenai boleh atau tidaknya minum air dingin saat berbuka puasa.

Sebagian besar orang mengira bahwa air dingin dapat dengan cepat mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama berpuasa. Namun, anggapan ini tidak sepenuhnya tepat.

Tubuh manusia terdiri dari sekitar 60 – 70% air. Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam sehingga berisiko mengalami kekurangan cairan (dehidrasi).

Kekurangan cairan dapat menyebabkan berbagai keluhan seperti sakit kepala, pusing, lemas, sembelit, serta kulit kering dan pecah-pecah.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini bahkan bisa menimbulkan gangguan ginjal dan masalah kesehatan lainnya.

Karena itu, penting untuk mengganti cairan tubuh secara bertahap sejak waktu berbuka hingga sahur.

Mengapa Tidak Dianjurkan Langsung Minum Air Dingin?

Minum air yang sangat dingin segera setelah berpuasa dapat membuat otot lambung berkontraksi secara tiba-tiba. Hal ini bisa memperlambat proses pencernaan karena aliran darah ke lambung dan usus berkurang sementara.

Akibatnya, tubuh tidak dapat menyerap nutrisi, vitamin, dan mineral dari makanan secara optimal.

Tak hanya itu, beberapa keluhan pun akan muncul jika langsung minum air dingin saat berbuka puasa, diantaranya ialah perut terasa kram atau kolik, gangguan pencernaan, perut kembung, hingga asam lambung meningkat.

Karena itu, lebih baik memulai berbuka dengan air bersuhu ruangan atau air hangat. Setelah itu, jika ingin minum air yang lebih dingin, sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tidak berlebihan.

Bagaimana Menurut Penelitian?

Sebuah situs ilmiah menjelaskan bahwa minum air dingin tidak memiliki bahaya tetap yang pasti, kecuali kemungkinan memperlambat pencernaan karena kontraksi lambung.

Penelitian juga menunjukkan bahwa air bersuhu sekitar 16°C (suhu air keran normal di banyak negara) dapat membantu mendinginkan tubuh setelah aktivitas berat dan banyak berkeringat.

Artinya, air yang cukup dingin bisa bermanfaat untuk menurunkan suhu tubuh setelah beraktivitas.

Namun, saat berbuka puasa, tubuh dalam keadaan sensitif karena perut kosong dalam waktu yang lama, sehingga perlu penyesuaian secara perlahan.

Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan Saat Puasa?

Untuk mencegah dehidrasi, dianjurkan minum sekitar 10 – 12 gelas air setiap hari selama waktu berbuka hingga sahur.

Namun, sebaiknya tidak diminum sekaligus dalam jumlah besar karena tubuh akan segera mengeluarkannya melalui urine.

Akibatnya, tubuh tidak menyerap cairan secara maksimal dan Anda akan cepat merasa haus kembali. Minumlah air sedikit demi sedikit, tetapi secara teratur.(*)

ReporterJPGroup

Update