Minggu, 22 Februari 2026

Layanan Otonom Robotaxi Tesla di Austin Tuai Sorotan Usai 14 Kali Tabrakan

Berita Terkait

Robotaxi Tesla. Sumber gambar: x.com/niccruzpatane

batampos – Layanan robotaxi otonom milik Tesla di Austin, Texas, menuai sorotan setelah tercatat terlibat dalam 14 insiden tabrakan sejak diluncurkan pada Juni 2025.

Data tersebut dilaporkan kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), regulator keselamatan kendaraan federal Amerika Serikat. Setiap insiden yang melibatkan fitur advanced driver assistance maupun kendaraan otonom memang wajib dilaporkan kepada otoritas.

Sebagian besar kecelakaan terjadi sejak Juli 2025, hanya beberapa minggu setelah layanan robotaxi resmi beroperasi di Austin. Awalnya, sejumlah insiden diklasifikasikan sebagai kerusakan properti.

Namun, satu kasus yang terjadi pada Juli kemudian diperbarui statusnya menjadi kecelakaan dengan korban cedera ringan hingga harus menjalani rawat inap. Pembaruan ini menunjukkan bahwa beberapa tabrakan berdampak lebih serius dari laporan awal.

Dalam pengajuan data terakhir pada Januari 2026, Tesla mencatat lima kecelakaan tambahan yang terjadi antara Desember 2025 hingga Januari 2026. Insiden tersebut termasuk tabrakan dengan bus kota saat berhenti, serta beberapa kejadian robotaxi yang mundur dan menabrak tiang atau objek tetap di area parkir.

Rincian lengkap tiap kecelakaan masih terbatas karena sebagian laporan dikategorikan sebagai informasi bisnis sensitif. Hal ini berbeda dengan pesaing seperti Waymo yang biasanya menyampaikan narasi insiden secara lebih rinci.

Tesla memulai layanan robotaxi di Austin menggunakan model Tesla Model Y dengan human safety monitor di kursi depan untuk mengawasi sistem otomatis. Pada Desember 2025, perusahaan mulai menawarkan sejumlah perjalanan tanpa pengawas manusia, meski belum dipastikan apakah insiden terbaru melibatkan unit tanpa monitor tersebut.

Analisis data menunjukkan armada robotaxi Tesla telah menempuh sekitar 800.000 mil operasional di Austin hingga Januari 2026. Dengan total 14 tabrakan, rata-rata terjadi satu kecelakaan setiap sekitar 57.000 mil.

Angka tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan statistik kecelakaan pengemudi manusia pada umumnya, sehingga memicu diskusi lebih luas mengenai keamanan dan kesiapan teknologi kendaraan otonom di jalan raya. (*)

SourceAuto News

Update