Kamis, 19 Februari 2026

Simak 5 Bahaya Konsumsi Gula Berlebih di Bulan Ramadan

Berita Terkait

ILUSTRASI. Makanan kaya gula dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit gaya hidup tertentu seperti obesitas, resistensi insulin, dan diabetes tipe dua. (Health day)

batampos – Saat bulan suci Ramadan, kita sering tergoda makanan dan minuman manis setelah berpuasa. Namun konsumsi gula yang berlebihan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Riset kesehatan global menunjukkan bahwa asupan gula tambahan yang melebihi kebutuhan tubuh bisa berkontribusi pada berbagai masalah metabolik dan kronis.

Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan konsumsi gula tambahan tidak lebih dari sekitar 6-12 sendok teh per hari untuk memberi manfaat kesehatan secara maksimal. Sebab jika kelebihan gula dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes dan penyakit jantung.

Artikel ini membahas dampak konsumsi gula berlebih selama Ramadan sehingga Anda bisa tetap menikmati waktu berbuka dan sahur tanpa membahayakan kesehatan jangka pendek maupun panjang sebagaimana dilansir dari laman World Health Organization dan Keslan Kemenkes, Kamis (19/2):

1.Risiko diabetes dan berat badan berlebih

Salah satu dampak paling nyata dari konsumsi gula berlebih adalah kenaikan berat badan dan peningkatan risiko obesitas karena gula menambah banyak kalori dengan nutrisi yang sedikit.

Saat seseorang mengalami obesitas, risiko untuk terkena penyakit metabolic lainnya seperti diabetes dan hipertensi juga meningkat secara signifikan.

2.Meningkatkan risiko diabetes tipe 2

gula tambahan yang tinggi dalam diet dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang sering dan signifikan sehingga memaksa pankreas memproduksi insulin secara berlebihan.

Dalam jangka panjang tentu ini dapat menyebabkan resistensi insulin dimana sebuah kondisi sel tubuh tidak lagi merespons insulin secara efektif sehingga meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2.

3.Penyakit jantung dan metabolik

Penelitian epidemiologis menunjukkan bahwa konsumsi gula tambahan yang tinggi berhubungan dengan peningkatan kadar trigliserida,kolesterol LDL (Jahat) dan tekanan darah sebagaimana semua faktor ini berkontribusi langsung dengan penyakit jantung.

Selain itu, konsumsi gula berlebih juga berkaitan dengan peradangan kronis dalam tubuh yang menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit arteri koroner dan masalah jantung lainnya.

4.Masalah gigi dan kesehatan mulut

Gula yang tersisa di permukaan gigi menjadi sumber makanan bagi bakteri mulut yang memproduksi asam sehingga dapat mengikis enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

Selain itu, konsumsi gula tinggi berkontribusi pada pertumbuhan plak gigi dan masalah kesehatan mulut lainnya karena bakteri mulut berkembang subur dalam kondisi gula tinggi.

5.Perubahan energi dan mood

Saat gula dikonsumsi secara berlebihan, gula darah meningkat tajam dan kemudian turun dengan cepat sehingga bisa menyebabkan perubahan energi dan mood di siang hari saat panas.

Perubahan kadar gula darah ini dapat terasa seperti lemas, mudah mengantuk, atau sulit fokus sehingga berdampak pada produktivitas selama menjalankan puasa dan aktivitas sehari-hari.

Konsumsi gula berlebihan selama bulan suci Ramadhan memang bisa memberikan energi cepat setelah berpuasa tetapi dampak jangka panjangnya bagi kesehatan jauh lebih serius bila tidak dikendalikan.

Untuk menjaga kesehatan selama bulan Ramadhan, Anda bisa lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman manis saat berbuka dan sahur. Anda bisa memulai minum air putih terlebih dahulu sebelum memilih minuman manis agar Anda tidak langsung memilih gula sebagai sumber energi. (*)

ReporterJPGroup

Update