
batampos – Dalam kehidupan sosial, tidak semua orang yang tersenyum kepadamu benar-benar menyukaimu. Sebagian orang memilih untuk tetap bersikap sopan, menjaga citra, atau menghindari konflik secara langsung.
Menurut berbagai teori dalam psikologi sosial dan komunikasi nonverbal, ketidaksukaan sering kali muncul dalam bentuk sinyal-sinyal halus.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (18/2), terdapat 10 tanda yang bisa menjadi indikator bahwa seseorang sebenarnya tidak menyukaimu.
1. Bahasa Tubuhnya Tertutup Saat Bersamamu
Menurut teori komunikasi nonverbal yang dipopulerkan oleh Albert Mehrabian, sebagian besar pesan emosional disampaikan melalui ekspresi wajah, nada suara, dan bahasa tubuh.
Jika seseorang:
Sering menyilangkan tangan
Menghindari kontak mata
Memiringkan tubuh menjauh darimu
Tidak pernah benar-benar menghadap ke arahmu saat berbicara
Itu bisa menjadi tanda ketidaknyamanan atau jarak emosional.
2. Senyumnya Tidak Tulus (Senyum Sosial)
Dalam psikologi, dikenal istilah “Duchenne smile” — senyum yang melibatkan otot mata dan menunjukkan emosi tulus. Konsep ini berasal dari penelitian Guillaume Duchenne.
Jika seseorang hanya tersenyum dengan bibir tanpa perubahan di area mata, kemungkinan besar itu hanya senyum sosial — bukan ekspresi kehangatan yang sebenarnya.
3. Mereka Sering Memberikan Pujian yang Terdengar Sinis
Pujian yang terasa seperti sindiran terselubung adalah bentuk agresi pasif. Misalnya:
“Wah, kamu berani banget pakai baju itu.”
“Kok bisa sih kamu dapat posisi itu?”
Dalam psikologi sosial, perilaku ini sering dikaitkan dengan mekanisme pertahanan diri atau rasa iri yang tidak disadari.
4. Respons Mereka Pendek dan Dingin
Perhatikan pola komunikasi:
Balasan pesan singkat dan tidak berkembang
Tidak pernah bertanya balik
Nada suara datar dan minim ekspresi
Menurut teori pertukaran sosial dalam psikologi hubungan, orang yang menyukai kita cenderung berinvestasi dalam percakapan. Jika tidak ada usaha untuk membangun koneksi, bisa jadi ada jarak emosional.
5. Mereka Tidak Pernah Menginisiasi Interaksi
Seseorang yang benar-benar menghargaimu akan berusaha menjaga koneksi. Jika kamu selalu menjadi pihak yang menghubungi lebih dulu dan mereka jarang memulai percakapan, itu bisa menjadi sinyal bahwa kamu bukan prioritas dalam lingkaran sosial mereka.
6. Mereka Sering Mengkritikmu Secara Halus
Kritik yang terus-menerus, terutama pada hal kecil, bisa menjadi indikasi ketidaksukaan. Dalam beberapa kasus, ini berkaitan dengan teori proyeksi dalam psikoanalisis yang dikembangkan oleh Sigmund Freud.
Proyeksi terjadi ketika seseorang memindahkan ketidakpuasan atau konflik internalnya kepada orang lain.
7. Mereka Tampak Lebih Hangat pada Orang Lain
Bandingkan perilaku mereka saat bersamamu dan saat bersama orang lain. Jika:
Mereka lebih banyak tertawa
Kontak mata lebih intens
Bahasa tubuh lebih terbuka
Maka perbedaan kontras ini bisa menjadi indikator adanya preferensi sosial.
8. Mereka Jarang Mendukungmu Secara Terbuka
Ketika kamu mencapai sesuatu, apakah mereka:
Mengganti topik pembicaraan?
Memberikan respons netral tanpa antusiasme?
Mengalihkan fokus ke diri mereka sendiri?
Psikologi kecemburuan sosial menunjukkan bahwa sebagian orang merasa terancam oleh keberhasilan orang lain, terutama jika ada perbandingan tidak langsung.
9. Mereka Menjaga Jarak Emosional
Orang yang tidak menyukaimu cenderung:
Tidak berbagi cerita pribadi
Tidak menunjukkan empati mendalam
Tidak tertarik mengenalmu lebih jauh
10. Intuisimu Terus Memberi Sinyal
Menurut penelitian tentang intuisi sosial dalam psikologi kognitif, otak kita sering menangkap mikro-ekspresi dan sinyal nonverbal yang tidak kita sadari secara sadar.
Ahli emosi seperti Paul Ekman menjelaskan bahwa manusia mampu membaca ekspresi wajah yang muncul hanya sepersekian detik.
Jika kamu terus merasa “ada yang tidak beres”, bisa jadi pikiran bawah sadarmu sedang memproses sinyal-sinyal tersebut.
Kenapa Orang Tidak Mengatakan Ketidaksukaan Secara Langsung?
Beberapa alasan psikologisnya antara lain:
Takut konflik
Ingin menjaga citra sosial
Terpaksa berada dalam lingkungan yang sama (kerja, keluarga, organisasi)
Tidak ingin dianggap tidak sopan
Dalam banyak budaya, menjaga harmoni sosial lebih diutamakan dibanding kejujuran emosional secara langsung. (*)
