Minggu, 15 Februari 2026

Akun Streaming Indonesia Capai 26,9 Juta, Tertinggi di Asia Tenggara

Berita Terkait

Ilustrasi. Sumber: x.com/TarizSolis.

batampos – Pasar layanan streaming di Asia Tenggara mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2026. Indonesia disebut menjadi penggerak utama lonjakan tersebut, dengan pertumbuhan akun berbayar mencapai 19 persen secara tahunan (year on year/YoY) atau sekitar 61 juta akun di lima negara utama.

Data Media Partners Asia (MPA) yang dikutip dari Advanced Television, Minggu (15/2), menyebut pelanggan streaming di Indonesia telah mencapai 26,9 juta akun berbayar. Jumlah tersebut merupakan gabungan pelanggan dari platform seperti Netflix, Vidio, Viu, dan iQIYI.

Secara regional, lebih dari 61 juta akun berbayar tercatat di pasar utama Asia Tenggara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura.

Indonesia tidak hanya memimpin dari sisi pertumbuhan akun baru, tetapi juga total waktu tontonan di seluruh kawasan. Pada kuartal IV 2025, total waktu tontonan premium di Asia Tenggara mencapai 4,2 miliar jam atau naik 8 persen secara kuartalan.

Kenaikan ini menjadi indikator bahwa konsumsi konten streaming di kawasan tersebut terus menguat dan semakin matang.

Momentum tersebut juga menjadi pencapaian penting bagi industri konten lokal Indonesia. Produksi dalam negeri disebut mampu menyamai konten Korea dari sisi pangsa penonton, masing-masing sekitar 30 persen.

Beberapa film dan serial Indonesia bahkan masuk daftar judul dengan performa terbaik (top performing titles), terutama yang berasal dari platform Vidio dengan kontribusi waktu tontonan sebesar 24 persen.

Capaian ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa konten lokal Indonesia semakin komersial, baik untuk akuisisi maupun retensi pelanggan berbayar.

Di tingkat regional, Netflix masih menjadi pemimpin berdasarkan jumlah pengguna aktif bulanan dan total waktu tontonan. Namun, pertumbuhan signifikan di Indonesia menunjukkan adanya pergeseran pola konsumsi digital dan meningkatnya kepercayaan penonton terhadap produksi lokal.

Keberhasilan konten Indonesia bersaing dengan tayangan internasional menjadi indikator bahwa pasar domestik kini memainkan peran penting dalam menentukan tren konsumsi streaming di Asia Tenggara. (*)

Update