
batampos – Tidak semua keindahan alam Kabupaten Lingga mudah dijangkau. Sebagian justru tersembunyi di balik jalur pendakian terjal dan sunyi, menunggu untuk ditemukan.
Salah satunya adalah Air Terjun Bukit Bendera, destinasi wisata alam yang berada di punggung Gunung Lanjut, Desa Berindat, Kecamatan Singkep Pesisir.
Perjalanan menuju air terjun ini bukan sekadar wisata biasa. Jalur mendaki dengan medan berbatu dan tanjakan curam menjadi tantangan awal sebelum suara gemuruh air perlahan terdengar di antara rimbunnya pepohonan.
Di sepanjang perjalanan, hamparan bebatuan alam dan udara pegunungan memberi sensasi petualangan yang jarang ditemui di destinasi populer.
Lokasi air terjun ini berada tepat di atas kawasan kolam pemandian air panas yang sudah lebih dulu dikenal luas oleh wisatawan lokal hingga mancanegara. Namun, berbeda nasib dengan objek wisata di kaki gunung, Air Terjun Bukit Bendera justru luput dari perhatian.
Nama Bukit Bendera sendiri berasal dari kisah warga yang menemukan sebuah bendera tua dalam kondisi terlipat di puncak Gunung Lanjut, tepat di sekitar area air terjun. Cerita tersebut hingga kini masih menjadi bagian dari daya tarik tersendiri bagi para pendaki yang penasaran.
Rendi, wisatawan lokal yang pernah mendaki ke lokasi tersebut, mengaku terpikat oleh keindahan alami yang ditawarkan. Namun, rasa kagum itu bercampur dengan kekecewaan saat melihat kondisi air terjun yang tak lagi maksimal.
“Pemandangannya cantik sekali. Batu-batunya alami, suasananya tenang. Tapi sayang, airnya sekarang kecil karena sumbernya tertutup rumput dan sampah,” ujar Rendi.
Menurutnya, aliran air yang seharusnya menjadi daya tarik utama kini menyusut dan hanya meninggalkan bebatuan basah di sebagian besar area air terjun. Kondisi tersebut menunjukkan minimnya perawatan dan pengelolaan.
Padahal, bagi pencinta alam dan wisata petualangan, Air Terjun Bukit Bendera memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi trekking dan eco-tourism.
Rendi menilai, pengelolaan sederhana seperti pembersihan sumber air dan penataan jalur pendakian sudah cukup untuk menghidupkan kembali pesona alamnya.
“Jalurnya tidak perlu diaspal. Cukup ditata. Bisa dibuat dua jalur, satu ekstrem dan satu standar. Itu justru jadi nilai jual,” katanya.
Jika dikelola dengan tepat tanpa menghilangkan karakter alaminya, Air Terjun Bukit Bendera diyakini mampu menjadi magnet baru wisata alam Lingga sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di tengah tren wisata alam dan petualangan yang terus meningkat, surga kecil di atas Gunung Lanjut ini seolah hanya menunggu satu hal: perhatian. (*)
