
batampos – Kabar duka datang dari dunia musik rock internasional. Brad Arnold, vokalis utama sekaligus pendiri band rock Amerika 3 Doors Down, meninggal dunia pada Sabtu (7/2) di usia 47 tahun setelah berjuang melawan kanker ginjal stadium empat yang telah menyebar ke paru-paru.
Informasi wafatnya Arnold dikonfirmasi oleh sejumlah media internasional, termasuk People dan Reuters.
Arnold sebelumnya mengumumkan kondisi kesehatannya kepada publik pada Mei 2025 melalui sebuah video. Penyakit yang dideritanya membuat band 3 Doors Down terpaksa membatalkan tur musim panas mereka pada tahun tersebut.
Brad Arnold lahir di Escatawpa, Mississippi, Amerika Serikat, pada 27 September 1978. Ia mendirikan 3 Doors Down bersama teman-teman sekolahnya pada 1995–1996, jauh sebelum band tersebut meraih popularitas global.
Pada awal karier, Arnold sempat bermain drum sebelum akhirnya fokus sebagai vokalis utama. Ia juga dikenal sebagai penulis lagu berbakat.
Salah satu karya terbesarnya, “Kryptonite”, ditulis Arnold saat berusia 15 tahun dan kemudian menjadi lagu ikonik yang melambungkan nama 3 Doors Down ke panggung musik dunia.
Kesuksesan besar datang lewat album debut The Better Life yang dirilis pada 2000. Album tersebut terjual lebih dari 6 juta kopi dan menempatkan 3 Doors Down sebagai salah satu band rock paling berpengaruh di akhir 1990-an dan awal 2000-an.
Sejumlah lagu hits seperti When I’m Gone, Here Without You, dan Loser menandai era kejayaan rock alternatif dan berhasil menembus Billboard Hot 100, memperkuat posisi band tersebut di industri musik global.
Dalam pernyataan kenangan, 3 Doors Down menyebut Brad Arnold sebagai sosok yang tidak hanya berbakat secara musikal, tetapi juga rendah hati, hangat, dan penuh kasih terhadap keluarga, sahabat, serta para penggemar.
Kepergian Arnold meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik. Para musisi dan penggemar dari berbagai negara ramai-ramai menyampaikan penghormatan melalui media sosial.
Brad Arnold dikenang sebagai figur penting yang ikut membentuk wajah musik rock modern dan karya-karyanya akan terus hidup di hati para pendengar.(*)
