Minggu, 8 Februari 2026

Kedai Burger Legendaris Hawker Singapura Blackgoat Resmi Tutup, Resep Dibagikan Gratis

Berita Terkait

Blackgoat tutup usai tiga tahun beroperasi, resep burger dibagikan gratis. F. instagram.com/blackgoatburgers.

batampos – Restoran burger dan hawker stall populer Blackgoat di Singapura resmi menutup seluruh operasionalnya pada Minggu (18/1). Kedai yang berlokasi di Jalan Besar Hawker Centre itu telah beroperasi hampir tiga tahun dan dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner burger dan daging panggang favorit warga setempat.

Penutupan Blackgoat mengejutkan banyak pelanggan. Selama beroperasi, kedai ini identik dengan antrean panjang dan reputasi tinggi di kancah kuliner lokal Singapura.

Blackgoat pertama kali dibuka pada Februari 2023 oleh Fikri Rohaimi, seorang koki muda yang sebelumnya memiliki pengalaman bekerja di restoran ternama seperti Burnt Ends dan Zen. Dengan kualitas bahan dan teknik memasak profesional, Blackgoat dengan cepat menjadi salah satu gerai paling diminati di pusat hawker.

Kabar penutupan diumumkan melalui unggahan di akun Instagram resmi @blackgoatburgers pada Senin (19/1). Dalam unggahan tersebut, Fikri menyampaikan ucapan terima kasih kepada pelanggan, keluarga, serta seluruh tim yang telah mendukung perjalanan Blackgoat.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak mengumumkan rencana penutupan lebih awal. Menurutnya, keputusan itu diambil untuk menghindari kerumunan berlebihan dan reaksi emosional menjelang hari terakhir operasional.

Tak lama setelah penutupan, Blackgoat kembali mengejutkan penggemarnya dengan membagikan lebih dari 10 resep andalan ke publik melalui unggahan Instagram pada Selasa (27/1). Sejumlah menu populer seperti cheeseburger klasik hingga Malay caesar salad dibagikan secara terbuka.

Dalam unggahan tersebut, Blackgoat juga menuliskan pesan singkat bahwa mereka akan “kembali suatu hari nanti”, yang memicu spekulasi kemungkinan hadirnya proyek atau lokasi baru di masa depan.

Penutupan Blackgoat disambut beragam reaksi dari pelanggan. Banyak yang membagikan kenangan, rasa terima kasih, serta harapan agar Blackgoat bisa kembali hadir dengan konsep atau format berbeda.

Penutupan ini terjadi di tengah tantangan yang lebih luas di industri makanan dan minuman Singapura. Sejumlah pelaku usaha F&B menghadapi tekanan biaya operasional, tingginya persaingan, serta kenaikan harga sewa dan tenaga kerja. (*)

Update