Kamis, 29 Januari 2026

Mesin Mobil F1 vs Mobil Konvensional, Seberapa Jauh Perbedaannya?

Berita Terkait

F. x.com/F1 & x.com/Earlsimxx.

batampos – Mobil balap Formula 1 (F1) menggunakan mesin berteknologi tinggi yang secara teknis masih tergolong mesin pembakaran dalam. Namun, teknologi yang diterapkan pada mesin F1 jauh berbeda dibandingkan mesin mobil yang digunakan masyarakat sehari-hari.

Di ajang Formula 1, mesin dikenal dengan sebutan power unit. Unit ini terdiri dari mesin internal combustion 1,6 liter turbocharged V6 yang dipadukan dengan sistem Energy Recovery System (ERS).

Sistem hybrid tersebut berfungsi menangkap dan memanfaatkan kembali energi yang biasanya terbuang, seperti energi panas dan energi pengereman.

Kombinasi mesin pembakaran dan motor listrik ini memungkinkan mobil F1 menghasilkan tenaga total hingga sekitar 1.000 tenaga kuda (horsepower/hp). Angka tersebut jauh melampaui kemampuan mesin mobil konvensional.

Sementara itu, mesin mobil biasa umumnya menggunakan sistem pembakaran internal tanpa teknologi hybrid yang kompleks. Tenaga yang dihasilkan berkisar antara 100 hingga 300 hp, dengan fokus utama pada efisiensi bahan bakar, emisi rendah, serta keandalan untuk penggunaan jangka panjang.

Mengutip F1 Chronicle, terdapat beberapa perbedaan utama antara mesin mobil F1 dan mesin mobil konvensional:

1. Teknologi dan Struktur

Mesin F1 merupakan unit hybrid yang menggabungkan pembakaran internal dengan motor listrik serta sistem pemulihan energi canggih. Sebaliknya, mesin mobil biasa masih mengandalkan pembakaran internal konvensional tanpa sistem pemulihan energi yang kompleks.

2. Performa dan Tenaga

Mesin F1 mampu beroperasi pada putaran ekstrem hingga 15.000 rpm, menghasilkan akselerasi dan kecepatan maksimal di lintasan balap. Mesin mobil biasa bekerja pada putaran yang lebih rendah, umumnya di kisaran 6.000–8.000 rpm.

3. Tujuan Desain

Mesin F1 dirancang khusus untuk kebutuhan balap dengan fokus pada tenaga besar, bobot ringan, dan efisiensi termal tinggi. Sementara mesin mobil biasa dikembangkan untuk kenyamanan berkendara, penggunaan harian, serta usia pakai yang panjang tanpa perawatan ekstrem.

Meski sama-sama menggunakan prinsip dasar pembakaran internal, mesin F1 tidak memungkinkan untuk diaplikasikan pada mobil biasa karena biaya yang sangat tinggi serta tingkat kompleksitas teknologi yang ekstrem. (*)

Update