Selasa, 27 Januari 2026

Ini 8 Tanda Anda Diam-Diam Sedang Dimanfaatkan Orang Lain

Berita Terkait

Ilustrasi hubungan palsu. (pexels)

batampos – Banyak orang tidak menyadari bahwa rasa lelah emosional yang terus-menerus bisa menjadi tanda bahwa mereka sedang dimanfaatkan oleh orang lain.

Ketika perasaan lelah itu datang tanpa alasan yang jelas, sering kali sulit untuk mengenali sumbernya. Namun, dalam banyak kasus, kelelahan emosional muncul karena hubungan yang tidak seimbang di mana satu pihak terus memberi, sementara pihak lain hanya menerima.

Dilansir dari laman Global English Editing, Selasa (27/1), berikut adalah delapan tanda kuat bahwa seseorang sering merasa terkuras karena tanpa sadar sedang dimanfaatkan oleh orang lain.

1. Usaha dalam Hubungan Tidak Seimbang

Jika seseorang hanya menghubungi ketika membutuhkan bantuan, sementara Anda selalu hadir karena peduli, ini adalah tanda hubungan tidak setara. Ketidakseimbangan usaha ini sering luput disadari karena empati dan rasa tanggung jawab emosional.

Hubungan yang sehat membutuhkan timbal balik. Ketika usaha tidak pernah dibalas, kelelahan emosional pun menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan.

2. Kehilangan Waktu Pribadi

Jika waktu pribadi terus dikorbankan demi memenuhi kebutuhan orang lain, ini merupakan sinyal bahaya. Mengorbankan hobi, rencana pribadi, bahkan waktu istirahat demi orang lain dapat menyebabkan kelelahan emosional kronis.

Menjaga waktu untuk diri sendiri bukanlah tindakan egois, melainkan bentuk perlindungan terhadap kesehatan mental.

3. Percakapan Selalu Satu Arah

Dalam hubungan yang sehat, percakapan berlangsung dua arah. Namun, jika seseorang selalu membicarakan dirinya sendiri tanpa memberi ruang bagi cerita Anda, ini disebut conversational narcissism.

Pola komunikasi seperti ini membuat seseorang hanya menjadi tempat curhat tanpa pernah didengar, yang lama-kelamaan sangat menguras emosi.

4. Perasaan Sering Diremehkan

Jika emosi sering dianggap berlebihan, dijadikan bahan candaan, atau diabaikan, ini menunjukkan kurangnya empati dan rasa hormat. Mengabaikan perasaan orang lain merupakan tanda kuat bahwa hubungan tersebut tidak sehat.

Perasaan setiap orang valid dan pantas dihargai.

5. Tidak Ada Timbal Balik Emosional

Anda selalu hadir saat mereka terpuruk, tetapi ketika Anda membutuhkan dukungan, mereka menghilang. Ketidakhadiran emosional ini adalah ciri utama hubungan yang memanfaatkan satu pihak.

Hubungan yang seimbang selalu dibangun atas dasar saling mendukung, bukan sepihak.

6. Dukungan Bersifat Bersyarat

Dukungan hanya diberikan ketika menguntungkan pihak lain. Keberhasilan Anda disambut dingin kecuali jika ada manfaat bagi mereka. Dukungan bersyarat ini sering tersembunyi, namun dampaknya sangat menguras emosi.

Dukungan sejati tidak memiliki syarat tersembunyi.

7. Batasan Pribadi Tidak Dihormati

Mengabaikan batasan seperti menghubungi di luar waktu wajar, terus meminta bantuan, atau tidak menghargai ruang pribadi adalah tanda kurangnya rasa hormat.

Jika batasan terus dilanggar, kelelahan emosional akan terus menumpuk.

8. Kurangnya Apresiasi

Tidak pernah ada ucapan terima kasih atau penghargaan atas usaha yang telah diberikan. Kurangnya apresiasi membuat seseorang merasa tidak bernilai dan terus terkuras secara emosional.

Hubungan yang sehat selalu dibangun dengan rasa syukur dan saling menghargai. (*)

ReporterJPGroup

Update