
batampos – Chery Automobile melakukan penarikan kembali (recall) terhadap 1.108 unit SUV di pasar domestik Tiongkok. Model yang terdampak meliputi Tansuo 06 atau Jaecoo J7 dan Chery Tiggo 7 bermesin 1.6T akibat potensi risiko keselamatan.
Penarikan kembali tersebut telah didaftarkan ke State Administration for Market Regulation (SAMR) Tiongkok dengan nomor recall S2026M0007V pada Jumat (23/2/2026).
Recall mencakup kendaraan yang diproduksi dalam rentang waktu 1 April hingga 8 Desember 2025. Langkah ini dilakukan setelah Chery menemukan potensi masalah pada proses perakitan komponen kelistrikan kendaraan.
Penyebab penarikan berkaitan dengan pemasangan klip harness kabel pada unit kontrol elektronik mesin atau Engine Control Unit (ECU) yang tidak terpasang sesuai spesifikasi pabrik. Kondisi tersebut berpotensi membuat kabel mengalami gesekan dan abrasi seiring pemakaian.
Jika dibiarkan, kerusakan kabel dapat menyebabkan mesin kendaraan mati secara tiba-tiba saat sedang dikemudikan. Situasi ini dinilai berisiko dan dapat membahayakan keselamatan pengemudi maupun penumpang.
Unit yang terdampak meliputi kendaraan bermesin 1.6 turbo (1.6T) yang dipadukan dengan transmisi kopling ganda. Baik varian Tansuo 06 (Jaecoo J7) maupun Tiggo 7 1.6T masuk dalam daftar recall tersebut.
Chery menegaskan penarikan dilakukan secara proaktif untuk mencegah potensi insiden keselamatan yang lebih luas. Produsen otomotif asal Tiongkok itu akan melakukan pemeriksaan dan perbaikan secara gratis melalui jaringan dealer resminya.
“Pemilik kendaraan yang terdampak akan mendapatkan layanan pemeriksaan gratis pada kabel harness ECU. Jika ditemukan masalah, perbaikan atau penggantian komponen akan dilakukan tanpa biaya,” tulis Chery dalam pernyataannya, dikutip dari Sina Finance, Senin (26/1).
Chery juga memastikan seluruh pemilik kendaraan yang masuk dalam daftar recall akan dihubungi secara langsung melalui surat, telepon, atau pesan singkat oleh dealer resmi.
Regulator otomotif Tiongkok mewajibkan setiap produsen untuk melakukan penarikan kendaraan cacat sesuai regulasi yang berlaku, guna meminimalkan risiko kecelakaan di jalan raya.
Melalui langkah ini, Chery menegaskan komitmennya terhadap kualitas produk dan keselamatan konsumen, di tengah persaingan ketat pasar SUV baik di dalam negeri maupun global.(*)
