
batampos – Developer Omega Force mengungkap rencana jangka panjang untuk mengembangkan gim Dynasty Warriors: Origins menjadi sebuah trilogi. Wacana tersebut muncul karena luasnya cerita dan dunia yang dibangun dalam seri terbaru Dynasty Warriors ini.
Produser Dynasty Warriors: Origins, Tomohiko Sho, mengatakan narasi yang diangkat dalam gim tersebut terlalu besar jika hanya dilanjutkan dalam satu judul lanjutan.
“Cerita dan dunia yang dibangun dalam Origins terlalu luas untuk ditutup hanya dengan satu judul lanjutan,” ujar Tomohiko Sho dalam wawancara yang dikutip dari Push Square, Rabu (21/1).
Dynasty Warriors: Origins mengangkat latar pertempuran Chi Bi atau Red Cliffs pada era Tiga Kerajaan. Awalnya, gim ini dirancang sebagai bagian dari seri dua judul yang akan berlanjut hingga pertempuran besar berikutnya, seperti Battle of Wuzhang Plains.
Namun, Omega Force menilai upaya merangkum keseluruhan kisah sejarah tersebut hanya dalam satu gim lanjutan berpotensi mengorbankan kedalaman narasi dan kualitas gameplay. Karena itu, tim pengembang mulai mempertimbangkan pembagian cerita ke dalam tiga bagian atau trilogi.
Langkah tersebut dinilai lebih ideal agar pengembangan karakter, alur cerita, dan desain pertempuran dapat disajikan dengan ritme yang seimbang tanpa terasa terburu-buru. Omega Force juga ingin mempertahankan kualitas yang telah dibangun dalam Dynasty Warriors: Origins.
Meski demikian, hingga kini Koei Tecmo belum memberikan konfirmasi resmi terkait persetujuan penuh atas rencana trilogi tersebut. Keputusan akhir diperkirakan akan bergantung pada penerimaan pasar, penjualan konten unduhan (DLC), serta respons komunitas pemain.
Sebagai informasi, Dynasty Warriors: Origins telah dirilis pada 17 Januari 2025 untuk PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan PC. Sementara itu, versi Nintendo Switch 2 dijadwalkan meluncur pada 22 Januari 2026 bersamaan dengan perilisan DLC Visions of Four Heroes.
Rencana trilogi ini menunjukkan komitmen Omega Force dalam membangun fondasi cerita yang kuat sebelum melanjutkan ke seri berikutnya. (*)
