
batampos – Indonesia resmi menempati posisi pertama dunia dalam jumlah kedai kopi terbanyak di seluruh dunia.
Data terbaru berasal dari Point of Interest (POI) yang tercatat dalam OpenStreetMap.
“Indonesia tercatat memiliki 461.991 lokasi usaha terkait kopi hingga November 2025,” tulis data Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), dikutip dari Seasia, Selasa (20/1).
Jumlah ini menempatkan Indonesia di atas negara-negara yang selama ini dikenal memiliki budaya cafe yang kuat. Data ini menandai pergeseran mencolok dalam lanskap kopi global.
Populasi terbesar kedai kopi di Indonesia berada di Jawa Timur dan Jawa Barat. Negara-negara lain, seperti Tiongkok (190.000) dan Amerika Serikat (145.600) berada di bawah Indonesia.
Negara Asia termasuk Vietnam, Korea Selatan, Thailand, dan jepang juga termasuk dalam daftar negara dengan jumlah kedai kopi besar secara global.
Angka lebih dari 460 ribu mencerminkan ekosistem yang sangat beragam. Lanskap kopi Indonesia mencakup mulai dari kios kecil hingga cafe kelas atas.
Faktor utama kedai kopi Indonesia sangat banyak:
– Budaya nongkrong yang kuat di masyarakat Indonesia. Kedai kopi berfungsi sebagai tempat berkumpul sosial, bekerja, dan beraktivitas lain sekadar minum kopi.
– Perkembangan teknologi digital yang memudahkan usaha kecil kopi muncul dan tercatat di database global.
– Popularitas kopi lokal yang semakin mendapat tempat di cafe modern maupun tradisional.
Posisi Indonesia sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia menambah lapisan penting. Masyarakat Indonesia semakin memilih mengkonsumsi kopi yang ditanam di dalam negeri.
Kedai kopi menjadi panggung utama untuk merayakan kopi lokal dengan cita rasa daerah. Hal ini mendorong generasi muda untuk terjun ke industri kopi di seluruh rantai nilai.
Ledakan kedai kopi di Indonesia menunjukkan bahwa Asia Tenggara menjadi interaksi sosial dan kewirausahaan dapat berkembang. Kopi telah menjadi infrastruktur kehidupan sosial.(*)
