Minggu, 18 Januari 2026

Terlalu Akrab di Tempat Kerja? Ini Risiko dan Cara Menghindarinya

Berita Terkait

Ilustrasi pertemanan di tempat kerja (Pexels)

batampos – Menjadi karyawan di sebuah perusahaan tidak hanya soal menyelesaikan pekerjaan lalu pulang. Dinamika sosial di lingkungan kerja kerap menjadi bagian yang tak terpisahkan dan perlu disikapi dengan bijak.

Di perkantoran, pertemanan bisa terjalin lewat aktivitas sederhana seperti ngopi bersama, makan siang, hingga berbagi cerita. Tak sedikit pula yang akhirnya menjalin hubungan lebih dekat hingga menjadi sahabat. Namun, dunia kerja memiliki aturan tidak tertulis yang berbeda dengan lingkungan sekolah atau kampus.

Beragam karakter dan kepentingan membuat setiap karyawan perlu menjaga profesionalitas, termasuk dalam urusan pertemanan. Menjalin hubungan sosial tetap penting, tetapi harus disertai batasan agar tidak berdampak pada karier.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tujuh cara menjaga profesionalitas sekaligus pertemanan di tempat kerja.

1. Sortir Cerita Pribadi

Membangun kedekatan sering kali membuat seseorang terlalu terbuka atau over sharing. Padahal, di lingkungan kerja yang kompetitif, tidak semua cerita aman untuk dibagikan. Penting untuk memilah informasi pribadi agar tidak menjadi bumerang di kemudian hari.

2. Tetap Bersikap Akrab

Menjaga profesionalitas bukan berarti menutup diri. Karyawan tetap dianjurkan bersosialisasi, mengobrol santai, makan siang bersama, atau membahas topik ringan seperti hobi. Sikap ramah justru membantu menciptakan suasana kerja yang sehat.

3. Buat Batasan yang Wajar

Hindari terlalu dekat dengan satu pihak saja, terutama bagi karyawan yang memimpin tim. Kedekatan berlebihan bisa memunculkan anggapan pilih kasih dan memicu konflik internal yang berujung pada persoalan serius.

4. Hapus Ekspektasi Berlebihan

Memiliki sahabat sejati di tempat kerja bukan hal yang mustahil, tetapi juga tidak umum. Karena itu, penting untuk tidak menaruh ekspektasi terlalu tinggi. Tidak semua rekan kerja bisa bersikap netral atau membela saat terjadi kesalahan.

5. Hindari Ghibah

Membicarakan orang lain di belakang sering dianggap sepele, padahal berisiko besar. Jika isu tersebut sampai ke atasan atau HR, dampaknya bisa serius dan merugikan banyak pihak.

6. Bangun Citra Positif

Menjadi pribadi yang ramah, murah senyum, dan mudah bergaul membantu menciptakan citra positif. Sikap ini membuat karyawan diterima secara sosial tanpa harus berpihak pada kelompok tertentu.

7. Tetap Waspada

Tidak semua rekan kerja memiliki niat baik. Ada yang memanfaatkan kedekatan untuk melimpahkan tanggung jawab atau menyeret ke masalah. Kepekaan sosial dan kewaspadaan tetap diperlukan agar posisi dan reputasi tetap aman.

Ketujuh langkah tersebut menjadi panduan sederhana untuk menjaga keseimbangan antara profesionalitas dan kehidupan sosial di kantor. Dengan sikap yang tepat, karyawan dapat tetap produktif, aman secara karier, sekaligus nyaman dalam pergaulan kerja.

Update