
batampos – Refrigerant atau freon merupakan komponen penting dalam sistem pendingin udara seperti air conditioner (AC). Zat ini berfungsi menyerap panas dari udara di dalam ruangan, kemudian membuangnya ke luar sehingga suhu ruangan menjadi lebih sejuk.
Namun, tidak semua jenis freon memiliki karakteristik yang sama. Seiring perkembangan teknologi dan regulasi lingkungan global, penggunaan freon kini semakin diarahkan pada jenis yang lebih ramah lingkungan karena beberapa di antaranya diketahui berdampak buruk terhadap lapisan ozon dan pemanasan global, dikutip dari Endesa dan Consumer Advise.
Berikut sejumlah jenis freon AC yang umum digunakan beserta dampaknya terhadap lingkungan:
R22 (Chlorodifluoromethane)
R22 merupakan freon generasi lama yang dahulu banyak digunakan pada AC rumah tangga maupun industri. Namun, freon ini mengandung klorin yang berpotensi merusak lapisan ozon. Karena dampaknya tersebut, penggunaan R22 kini telah dibatasi dan dihentikan secara bertahap di banyak negara.
R410A (Puron/Genetron)
R410A dikembangkan sebagai pengganti R22. Freon ini tidak merusak lapisan ozon karena tidak mengandung klorin. Meski demikian, R410A memiliki potensi pemanasan global (Global Warming Potential/GWP) yang masih cukup tinggi.
R32 (Difluoromethane)
R32 semakin populer dan banyak digunakan pada AC generasi terbaru. Freon ini tidak merusak lapisan ozon dan memiliki nilai GWP lebih rendah dibandingkan R410A. Namun, R32 bersifat mudah terbakar sehingga memerlukan standar keamanan khusus dalam pemasangan dan perawatan.
R134a
Freon R134a banyak digunakan pada sistem pendingin seperti kulkas, AC mobil, dan unit pendingin komersial tertentu. Meskipun tidak merusak ozon, R134a memiliki GWP tinggi sehingga penggunaannya mulai dibatasi secara bertahap di sejumlah wilayah.
R290 (Propana)
R290 merupakan refrigerant alami dari kelompok hidrokarbon. Freon ini memiliki GWP sangat rendah dan tidak merusak lapisan ozon. Namun, sifatnya yang mudah terbakar membuat penggunaannya harus memenuhi standar keselamatan yang ketat.
Seiring meningkatnya kesadaran akan dampak lingkungan, industri pendingin terus mengembangkan dan beralih ke freon yang lebih ramah lingkungan.
Saat ini, produsen AC modern mulai memprioritaskan penggunaan refrigerant dengan GWP rendah seperti R32 dan R290 sebagai bagian dari upaya menekan emisi gas rumah kaca. (*)
