Sabtu, 3 Januari 2026

Waspada Superflu, Ini Daerah dengan Kasus Terbanyak di Indonesia

Berita Terkait

Ilustrasi anak dengan gejala Flu, Superflu banyak menyerang kelompok umur anak. (Freepik)

batampos – Kasus influenza A(H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai superflu di Indonesia tercatat mencapai 62 kasus hingga akhir Desember 2025. Sebaran terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Meski demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan situasi nasional masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menegaskan bahwa berdasarkan pemantauan nasional dan global, subclade K tidak lebih berbahaya dibandingkan varian influenza lainnya.

“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujarnya, Kamis (1/1).

Baca Juga: Ramalan Shio 1 Januari 2026: 6 Shio Paling Beruntung di Awal Tahun

Secara global, peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025 seiring masuknya musim dingin. Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan kini telah dilaporkan beredar di lebih dari 80 negara.

Di kawasan Asia, superflu terdeteksi di sejumlah negara, antara lain Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025. Meski menjadi varian dominan, tren kasus di negara-negara tersebut justru menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.

Di Indonesia, hasil surveilans juga mencatat influenza A(H3) sebagai varian yang paling banyak terdeteksi. Namun, tren kasus influenza nasional dilaporkan menurun dalam dua bulan terakhir.

Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, superflu telah teridentifikasi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga: Tren Fashion Wanita 2026: Ada Sentuhan Era Jadul

“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” jelas Prima.

Dari total 843 spesimen positif influenza yang diperiksa, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan WGS. Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal dan masih bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans WHO.

Kemenkes RI menegaskan akan terus memperkuat surveilans, pelaporan, serta kesiapsiagaan dalam merespons perkembangan situasi influenza. Masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga daya tahan tubuh, serta melakukan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

Selain itu, masyarakat diminta tetap di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta segera mengakses fasilitas kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari. (*)

ReporterJP GROUP

Update