Senin, 26 Januari 2026

Mengapa Ada Perasaan Sedih saat Akhir Tahun? Ini 5 Alasan Psikologisnya

Berita Terkait

Ilustrasi (aiins.us)

batampos – Menjelang akhir tahun sering kali diwarnai dengan suasana yang penuh kegembiraan dan kemeriahan menyambut datangnya tahun baru.

Namun, secara psikologis, dikatakan bahwa saat akhir tahun justru menjadi momen yang paling rentan menyangkut emosional. Mengapa demikian?

Bukan tanpa alasan, menurut psikologi, menyambut tahun baru, kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti refleksi diri, tekanan sosial, bahkan perubahan secara biologis.

Dilansir dari Psychology Today, berikut ini beberapa alasan yang menyebabkan seseorang sering emosional saat akhir tahun.

1.Adanya Tekanan untuk Bahagia

Banyaknya narasi bahwa akhir tahun harus bahagia justru akan menimbulkan tekanan sosial.

Menurut psikologi, ekspektasi yang tidak terjadi inilah yang memicu munculnya emosi.

Selain itu, kenyataan hidup seperti pekerjaan, keuangan, dan hubungan yang tidak sesuai harapan, memunculkan perasaan gagal.

Bisa saja muncul karena konflik lama yang belum terselesaikan hingga pertanyaan-pertanyaan pribadi yang menguras energi.

2.Adanya Kenangan Masa Lalu

Bagi seseorang yang baru saja kehilangan orang yang disayang, akhir tahun bisa menjadi pengingat yang menyedihkan.

Ketidakhadiran orang tercinta tersebut membuat luka semakin terasa.

Itulah, alasan-alasan mengapa sangat rentan emosional saat akhir tahun. Maka dari itu, berikan ruang bagi diri sendiri untuk memvalidasi perasaan yang muncul.

2.Refleksi Diri Berdasar Social Comparison

Di akhir tahun, mungkin sebagian orang akan melakukan refleksi diri terhadap apa yang telah dicapai dan membuat kembali resolusi di tahun berikutnya.

Sering kali orang justru membandingkannya dengan pencapaian orang lain.

Hal ini dapat membuat perasaan seseorang menjadi sedih karena merasa tidak cukup berharga dan tertinggal dalam kehidupan.

4.Mengalami Kelelahan dan Burnout

Sebagian besar saat menjelang akhir tahun akan banyak agenda hingga tanggung jawab yang harus diselesaikan, seperti dalam hal pekerjaan.

Kesibukan yang berlebihan ini memaksa pikiran dan fisik untuk bekerja secara terus-menerus sehingga berujung dengan kelelahan mental.

Burnout membuat emosional tidak stabil, jadi mudah sedih dan tersinggung.

5.Meningkatnya Momen Kebersamaan

Bagi sebagian orang, terlalu sering berada dalam pertemuan untuk merayakan momen kebersamaan bisa menjadi hal yang tidak nyaman. (*)

 

ReporterJPGroup

Update