Selasa, 27 Januari 2026

Putus Akibat Kecelakaan Kerja, Dokter Tempelkan Telinga di Kaki Demi Selamatkan Jaringan

Berita Terkait

Penampakan telinga di kaki sebelum pasien menjalani operasi. F. x.com/GBibi072.

batampos – Seorang perempuan di Provinsi Shandong, Tiongkok, menjadi sorotan internasional setelah menjalani prosedur medis langka akibat kecelakaan kerja yang menyebabkan telinga kirinya terputus.

Demi menyelamatkan jaringan, tim dokter menempelkan telinga tersebut sementara di punggung kaki pasien sebelum disambungkan kembali ke posisi semula.

Perempuan bernama Sun itu mengalami kecelakaan saat bekerja di sebuah pabrik di Kota Jinan. Rambutnya tersangkut mesin produksi, menyebabkan kulit kepala robek dan telinga kiri terlepas. Meski nyawanya tidak terancam, cedera tersebut memerlukan penanganan medis darurat.

Dokter di Shandong Qianfoshan Hospital menjelaskan, kerusakan pembuluh darah di sekitar telinga membuat replantasi langsung ke kepala tidak memungkinkan.

Untuk menjaga jaringan tetap hidup, tim medis memilih prosedur tidak lazim dengan menempelkan telinga ke punggung kaki pasien.

“Pembuluh darah di sekitar telinga yang terlepas mengalami kerusakan serius, sehingga tidak memungkinkan langsung disambung ke kepala,” ujar dokter bedah Qiu Shenqiang, dikutip dari GeoTV, Rabu (17/12).

Punggung kaki dipilih karena memiliki kulit tipis serta pembuluh darah yang dinilai kompatibel untuk menopang suplai darah sementara. Dalam prosedur tersebut, dokter menggunakan teknik heterotopic grafting, metode bedah mikro yang jarang diterapkan untuk kasus pemasangan ulang telinga.

Tim medis menyambungkan pembuluh darah berdiameter sangat kecil, sekitar 0,2 hingga 0,3 milimeter, menggunakan benang yang lebih tipis dari rambut manusia. Selama masa pemulihan awal, telinga harus dibiarkan menempel di kaki selama kurang lebih lima bulan agar jaringan tetap menerima nutrisi melalui aliran darah baru.

Selama periode tersebut, pasien disarankan mengenakan sepatu longgar dan menghindari aktivitas berat guna menjaga kestabilan aliran darah ke jaringan telinga.

Proses pemulihan berjalan sesuai rencana. Setelah jaringan dinilai stabil, telinga akhirnya dipindahkan kembali ke posisi semula melalui prosedur rekonstruksi lanjutan. Pasien dilaporkan terharu saat jahitan dibuka dan melihat telinganya kembali terpasang. (*)

Update