Senin, 19 Januari 2026

Enam Penyebab Oli Rembes pada Mobil yang Sering Diabaikan Pengemudi

Berita Terkait

Ilustrasi isi oli. F. Freepik.

batampos – Oli mesin yang rembes atau bocor merupakan masalah umum yang kerap dialami pemilik mobil. Meski terlihat sepele, kebocoran oli dapat berdampak serius terhadap performa mesin hingga memicu kerusakan komponen jika dibiarkan terlalu lama.

Tetesan oli halus di lantai garasi sering kali diabaikan oleh pengemudi. Padahal, kondisi tersebut menjadi tanda awal adanya masalah pada sistem pelumasan mesin. Kesadaran untuk memeriksa dan menangani kebocoran sejak dini dinilai penting guna menjaga usia pakai kendaraan.

Dikutip dari laman No Leaky, terdapat enam penyebab utama oli rembes pada mobil yang perlu diketahui pengendara.

1. Gasket dan Seal Aus

Gasket dan seal berfungsi menutup sambungan antar komponen mesin agar oli tidak keluar. Seiring waktu, paparan panas mesin dan getaran membuat material ini mengeras, retak, atau aus sehingga tidak lagi rapat.

2. Filter Oli Longgar

Filter oli yang tidak terpasang dengan benar atau mengalami kerusakan kerap menjadi sumber kebocoran. Kondisi ini sering terjadi setelah servis, terutama jika filter tidak dikencangkan sesuai standar atau gasket lama tertinggal saat penggantian.

3. Baut Pembuangan Oli Bermasalah

Baut pembuangan oli yang longgar, aus, atau dratnya rusak dapat menyebabkan oli menetes dari bagian bawah mesin. Kesalahan saat pemasangan, baik terlalu kencang maupun kurang kencang, berpotensi memicu kebocoran.

4. Bak Oli Rusak

Bak oli yang berada di bagian bawah mesin rentan mengalami benturan akibat kerikil tajam, jalanan bergelombang, atau hantaman keras. Kerusakan ini membuat oli keluar melalui celah atau retakan pada bak mesin.

5. Tekanan Mesin Berlebih

Sistem ventilasi mesin, seperti PCV valve yang tersumbat, dapat meningkatkan tekanan di dalam ruang mesin. Tekanan berlebih ini mendorong oli keluar melalui seal atau gasket yang sudah lemah.

6. Volume Oli Berlebihan

Pengisian oli melebihi kapasitas yang dianjurkan pabrikan dapat menciptakan tekanan berlebih pada sistem pelumasan. Akibatnya, oli terdorong keluar melalui celah-celah kecil pada seal atau gasket.

Kebocoran oli yang dibiarkan terlalu lama berisiko menyebabkan mesin kekurangan pelumasan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memicu kerusakan komponen mesin yang lebih parah dan berbiaya mahal. (*)

Update