Selasa, 20 Januari 2026

Tidak Apa-apa Menangis! Ini 5 Manfaatnya untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Berita Terkait

Ilustrasi menangis (hellosehat)

batampos – Di tengah ritme hidup yang serba cepat, rasanya emosi seringkali hanya dianggap sebagai “gangguan” yang harus segera dibereskan atau dikesampingkan. Kita dipaksa untuk terbiasa menguatkan diri, menahan perasaan, bahkan merasa baik-baik saja padahal meski dada sesak atau pikiran penuh. Bahkan, ketika air mata mulai mengambang refleks pertama kita seringnya adalah menyeka, menarik napas, dan menahan air mata untuk turun lebih deras.

Padahal, tubuh manusia tidak dirancang untuk menyimpan semua beban itu sendirian. Ada alasan biologis mengapa kita menangis, dan ada alasan emosional mengapa setelah menangis kita sering merasa lebih ringan.

Air mata bukan hanya soal kesedihan, bisa juga muncul dari rasa haru bahagia, stres yang menumpuk, kelelahan, bahkan rasa lega. Di balik prosesnya, ada reaksi kimia dan emosional yang ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan. Oleh sebab itulah, banyak ahli menyarankan alih-alih menahan, izinkan diri untuk menangis ketika tubuh dan hati membutuhkan.

Dilansir dari Medical News Today, terdapat 3 jenis air mata yang diproduksi oleh tubuh manusia:

1. Basal Tears (Air Mata Basal)

Air mata ini diproduksi terus-menerus oleh kelenjar air mata sebagai pelumas alami mata. Cairannya kaya protein antibakteri yang menjaga permukaan mata tetap lembab setiap kali kita berkedip dan senantiasa memastikan mata terlindungi dan berfungsi dengan baik.

2. Reflex Tears (Air Mata Refleks)

Air mata ini muncul sebagai respons otomatis terhadap iritasi misalnya asap, angin kencang, atau aroma bawang. Fungsinya adalah membilas dan mengeluarkan partikel asing agar mata tetap aman dari gangguan.

3. Emotional Tears (Air Mata Emosional)

Air mata inilah yang keluar saat kita merasakan emosi yang kuat seperti sedih, lega, haru, bahkan bahagia. Air mata emosional mengandung kadar hormon stres yang lebih tinggi dibanding jenis air mata lainnya. Itulah mengapa setelah menangis, banyak orang merasa lebih tenang karena tubuh melepaskan sebagian beban stres lewat air mata ini.

Manfaat Menangis Bagi Kesehatan

1. Memperbaiki Mood dan Menimbulkan Rasa Lega

Melansir dari Medical News Today, saat seseorang menangis tubuh melepaskan oksitosin dan endorfin. Dua senyawa ini dikenal sebagai feel-good chemicals karena mampu memberikan sensasi lega, menurunkan rasa sakit, dan meningkatkan perasaan nyaman secara keseluruhan. Inilah alasan mengapa banyak orang merasa lebih ringan setelah mencurahkan emosi lewat air mata.

Alodokter juga menambahkan perubahan suasana hati bisa dipengaruhi oleh akumulasi mangan di dalam tubuh. Ketika menangis, sebagian kadar mangan yang berlebih tersebut ikut keluar bersama air mata. Karena tingginya kadar mangan terkait dengan peningkatan kecemasan atau mood yang buruk, proses ini membantu tubuh kembali ke kondisi yang lebih stabil. Hasilnya, setelah menangis, seseorang cenderung merasa lebih tenang dan suasana hatinya membaik.

2. Membantu Tidur Lebih Nyenyak

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menangis juga dapat berperan dalam meningkatkan kualitas tidur. Sebuah studi kecil tahun 2015 yang menemukan bahwa bayi cenderung tidur lebih baik setelah menangis. Meski efek serupa pada orang dewasa belum diteliti secara menyeluruh, manfaat menenangkan, memperbaiki suasana hati, dan meredakan stres yang muncul setelah menangis dapat membantu seseorang lebih mudah terlelap.

Dari sisi fisiologis, tangisan turut mengaktifkan sistem saraf parasimpatis atau bagian tubuh yang bertugas mengembalikan kondisi menjadi lebih tenang setelah mengalami stres. Aktivasi ini membuat tubuh merasa lebih lega dan rileks, sehingga proses untuk jatuh tertidur menjadi lebih mudah. Selain itu, menangis juga menguras energi, yang secara alami membuat tubuh terasa lelah dan siap untuk beristirat.

3. Membantu Membersihkan Mata dan Melawan Bakteri

Menangis juga memiliki fungsi perlindungan bagi mata. Air mata mengandung lysozyme, yaitu enzim dengan kemampuan antimikroba yang sangat kuat. Bahkan, sebuah studi pada 2011 menemukan bahwa lysozyme mampu menurunkan risiko dari beberapa jenis bakteri berbahaya.

Menangis membantu membersihkan mata dari debu dan kotoran. Ketika air mata diproduksi dalam jumlah lebih banyak, cairan tersebut mengalir dan “membilas” partikel atau iritan yang menempel di permukaan mata.

Air mata juga mengandung lipid, minyak alami dari kelenjar di kelopak mata yang turut memiliki sifat antibakteri. Lipid ini dapat melawan bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Saat menangis, volume air mata meningkat dan membantu membuang mikroba, sehingga mata lebih terlindungi dari infeksi serta tetap bersih dan sehat.

4. Membantu Penglihatan Menjadi Lebih Jernih

Permukaan mata membutuhkan lapisan air mata yang halus dan stabil agar tetap terlindungi serta terhidrasi. Lapisan ini terdiri dari campuran air, protein, lendir, dan lipid yang bekerja sama menjaga kornea tetap lembap dan nyaman. Ketika permukaan mata cukup terlumasi, penglihatan menjadi lebih jelas dan stabil.

Tubuh secara otomatis menghasilkan basal tears setiap kali kita berkedip. Air mata dasar ini mencegah selaput mata mengering dan membantu menjaga kelembapan alami mata. National Eye Institute juga menegaskan bahwa tanpa pelumasan ini, membran mata bisa mengering dan menimbulkan efek penglihatan buram atau tidak stabil.

Oleh karena itu, proses menangis yang meningkatkan produksi air mata dapat membantu sementara waktu membuat penglihatan terasa lebih jernih, terutama ketika mata sedang kering atau teriritasi.

5. Memperkuat Ikatan Sosial

Menangis bukan hanya respons emosional, tetapi juga bentuk komunikasi nonverbal yang sangat kuat. Verywell Health menjelaskan bahwa ketika seseorang melihat orang lain menangis, sinyal itu secara alami memicu empati dan dorongan untuk memberi dukungan. Reaksi ini dapat menciptakan rasa kedekatan, memperkuat hubungan, serta membangun kepercayaan di antara individu.

Banyak orang juga merasa lebih mudah membuka diri setelah menangis. Momen emosional tersebut sering menjadi pintu masuk untuk berbagi cerita, berdiskusi lebih dalam, atau menyelesaikan perasaan yang sebelumnya sulit terungkap. Tidak heran jika sesi curhat atau percakapan penting kerap dimulai setelah seseorang melepas emosi lewat air mata.

Dengan sejumlah manfaat di atas, jelas bahwa menangis bukanlah tanda kelemahan atau respon emosional yang harus kita sembunyikan. Justru sebaliknya, menangis adalah mekanisme alami tubuh yang menunjukkan bahwa ada sesuatu yang perlu diproses, dilepaskan, atau ditenangkan. Ini adalah cara tubuh menjaga keseimbangan, menurunkan tekanan batin, sekaligus mengingatkan kita bahwa manusia memang diciptakan untuk merasakan.

Pada akhirnya, menangis adalah bentuk kejujuran paling sederhana kepada diri sendiri. Air mata bukanlah akhir dari segalanya, melainkan permulaan dari proses penyembuhan emosional. Dengan mengizinkan diri untuk menangis, kita memberi ruang bagi hati untuk beristirahat, pikiran untuk kembali jernih, dan tubuh untuk bekerja sama memulihkan diri dari dalam. (*)

SourceJPGroup

Update