
batampos –
Mewarnai rambut menjadi cara populer untuk mempercantik penampilan atau menutupi uban. Proses ini bisa dilakukan di salon maupun sendiri di rumah menggunakan produk pewarna rambut yang kini tersedia dalam berbagai bentuk.
Cat rambut umumnya dibedakan berdasarkan ketahanannya: temporer, semi permanen, hingga permanen. Semakin lama warna bertahan, biasanya semakin tinggi pula kandungan bahan kimianya.
Bahan seperti para-phenylenediamine (PPD), hidrogen peroksida, amonia hingga timbal asetat dapat menimbulkan efek pada rambut jika tidak diimbangi perawatan. Rambut bisa menjadi lebih kering, rapuh, dan kehilangan kelembapannya.
Secara struktur, rambut terdiri dari akar dan batang, sementara proses pewarnaan hanya terjadi pada batang rambut. Di bagian ini terdapat tiga lapisan: medula, korteks yang membawa pigmen warna alami, serta kutikula sebagai pelindung luar.
Saat pewarna diaplikasikan, bahan kimia bekerja menghilangkan pigmen asli di korteks lalu menggantinya dengan pigmen baru. Penggunaan yang berulang bisa berdampak pada kondisi rambut dan tubuh karena bahan kimia dapat ikut terserap.
Dilansir dari Alodokter, berikut sejumlah risiko yang dapat muncul akibat pewarna rambut:
1. Rambut Rusak dan Rontok
Zat pewarna mengikis protein alami rambut sebelum memberikan warna baru. Struktur rambut bisa melemah sehingga mudah kering, kasar, bercabang bahkan rontok, terutama jika perawatan setelah pewarnaan tidak dilakukan dengan benar.
2. Iritasi Kulit Kepala
Kandungan PPD dapat memicu iritasi bila menyentuh kulit kepala. Gejalanya mulai dari kemerahan, kulit pecah-pecah, gatal, hingga sensasi panas atau terbakar.
3. Reaksi Alergi
Sebagian orang sensitif terhadap PPD atau hidrogen peroksida sehingga dapat mengalami ruam, gatal di kulit kepala atau wajah. Pada kondisi berat, reaksi bisa berkembang menjadi anafilaksis yang membutuhkan penanganan segera.
4. Gangguan pada Mata
Jika cipratan cat rambut mengenai mata dan tidak segera dibilas, dapat menyebabkan iritasi hingga cedera serius. Tingkat keparahan tergantung bahan kimia yang terkandung dan jumlah paparan.
5. Risiko Kanker
Beberapa penelitian menemukan dugaan kaitan antara penggunaan pewarna rambut jangka panjang dengan peningkatan risiko kanker seperti leukemia, limfoma, kanker payudara hingga kanker kandung kemih. Hal itu terkait sejumlah bahan kimia dalam pewarna yang diduga bersifat karsinogenik. (*)
