Jumat, 23 Januari 2026

Public Speaking: Rahasia Percaya Diri Saat Wawancara Kerja atau Tugas Akhir Kuliah ala Kamidia Radisti

Berita Terkait

Batampos – Keterampilan public speaking kini menjadi kemampuan penting bagi para mahasiswa yang bersiap memasuki dunia kerja. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) Regional Office 4 Batam melalui program Transgasindo Mengajar  menghadirkan presenter dan public speaker Kamidia Radisti untuk memberikan pelatihan kepada 120 mahasiswa Politeknik Negeri Batam.

KAMIDIA Radisti saat menjadi pembicara di Politeknik Negeri Batam, Kamis (4/12/2025). F Chahaya Simanjuntak/Batam Pos

Pelatihan ini memberikan panduan praktis yang relevan untuk jangka panjang, sehingga dapat menjadi pedoman bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuan komunikasi.

BACA JUGA:
HARRIS Barelang Batam Siapkan Momen Natal, Tahun Baru, dan Staycation yang Tak Terlupakan di Desember 2025

Lantas apa rahasia percaya diri saat wawancara kerja atau wawancara tugas akhir perkuliahan? Kamidia Radisti dari Talk In Corps menyebutkan:

70 Persen Kesan Pertama Ada pada Visual

Dalam pemaparannya, Kamidia Radisti menegaskan, komunikasi tidak hanya soal kata-kata. Ada tiga unsur penting yang harus diperhatikan: wordsvoice, dan visual. Menariknya, 70 persen kesan pertama datang dari visual.

“Penampilan bisa menarik minat interviewer. Saat presentasi tugas akhir maupun wawancara kerja, tunjukkan kualitas skill yang kamu kuasai dengan percaya diri,”  ujar Kamidia.

Dalam sesi awal wawancara, Kamidia menyebutkan, satu menit saja cukup untuk memperkenalkan diri secara efektif, jika disampaikan dengan jelas, hangat, dan dapat dipercaya.

Kendalikan Emosi Saat Berbicara di Depan Publik

Tak sedikit orang grogi saat tampil di depan umum. Kamidia menekankan, rasa gugup adalah hal normal, tetapi harus dikelola dengan baik. Apalagi, pewawancara sering kali memancing emosi peserta. ” Jangan mudah terpancing. Kendalikan ego Anda saat wawancara atau berbicara di publik,” tegasnya.

Menurut Kamidia, komunikasi yang efektif harus menggabungkan head (data, logika) dan heart (empati). Tanpa empati, pesan tidak akan terhubung dengan audiens atau pewawancara.

Kekuatan Pemilihan Kata yang Menggerakkan Audiens

Kamidia juga menyoroti pentingnya pemilihan kata dalam memengaruhi audiens. Ia mencontohkan bagaimana dua kalimat dengan makna sama bisa menghasilkan respons emosional berbeda:

  • “I’m blind, please help!”
  • “It’s a beautiful day, but I can’t see it.”

“Pemilihan kata yang tepat, dapat menciptakan rasa, menggerakkan hati, dan mendorong audiens bertindak,” ujar Kamidia.

Ia pun mengajarkan prinsip powerful words saat menjawab pertanyaan, menjawab pewawancara, atau saat menjadi pembicara di seminar. Prinsip tersebut yakni:

  1. Ketahui kepada siapa kita berbicara
  2. Mampu membuat orang berpikir dan bertindak
  3. Harus kontekstual
  4. Mengandung empati

Teknik Senyum dalam Public Speaking

Salah satu materi menarik yang disampaikan Kamidia dalam kuliah praktis tersebut yakni lima tingkatan senyum yang dapat meningkatkan energi dan ekspresi saat tampil.

Menurut Kamidia, ekspresi mata adalah kunci utama. “Mata adalah jendela hati. Kalau hatinya berantakan, ekspresinya ikut terlihat,” katanya.

Ada pun lima tingkatan senyum tersebut yakni:

  1. Senyum dari mata.
  2. Senyum dengan menggerakkan gigi bungsu, hingga otot pindah ke pelipis.
  3. Senyum dengan taring naik ke atas. Otot hanya ada di bawah mata.
  4. Senyum dengan kelihatan gigi atas.
  5. Senyum lepas dengan seluruh gigi terlihat.

Dari kelima teknik senyum itu, ada otot yang bergerak. “Dimana otot adalah energi positif untuk mengkurasi dan membantu mata kita lebih hidup. Dari jenis teknik senyuman itu, kita bisa menyampaikan sesuatu, dengan intonasi yang lebih power. Paham ya,” ujarnya.

Dengan demikian, teknik senyum ini membantu pembicara tampil lebih hangat, percaya diri, dan memiliki intonasi yang lebih kuat. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Update