
batampos – Blackout atau pingsan adalah kondisi ketika seseorang kehilangan kesadaran secara tiba-tiba akibat terganggunya aliran darah atau suplai oksigen ke otak. Kondisi ini berlangsung cepat dan membuat penderitanya sering jatuh tanpa sempat menahan diri.
Blackout bisa terjadi dalam hitungan detik hingga beberapa menit. Setelah sadar, penderita biasanya merasa bingung, pusing, atau tidak mengingat apa yang baru saja terjadi. Meski umumnya tidak berbahaya, blackout yang berulang perlu mendapat pemeriksaan medis.
Penyebab Blackout
Dikutip dari HelloSehat, gangguan aliran darah ke otak menjadi penyebab paling umum blackout. Tekanan darah yang menurun atau hipotensi membuat jantung tidak mampu memompa darah dan oksigen secara optimal ke otak.
Blackout juga bisa muncul akibat kondisi ringan seperti tubuh tidak fit atau perubahan posisi tubuh terlalu cepat dari duduk ke berdiri. Menurut American Heart Association, pingsan mendadak juga dapat menjadi tanda adanya gangguan jantung seperti detak jantung terlalu cepat (takikardia) atau terlalu lambat (bradikardia).
Faktor lain yang paling sering memicu blackout adalah konsumsi alkohol berlebihan. Kondisi ini terjadi ketika kadar alkohol dalam darah atau Blood Alcohol Concentration (BAC) meningkat drastis.
Kehilangan kesadaran akibat alkohol biasanya muncul ketika BAC mencapai 0,08% atau lebih.
Selain alkohol, beberapa obat seperti vasodilator dan diuretik juga dapat memicu pingsan dan gangguan memori. Penggunaan obat tersebut harus sesuai resep dan diawasi dokter.
Tips Mencegah Blackout
Beberapa langkah sederhana dapat membantu mencegah blackout akibat gangguan aliran darah ke otak. Dikutip dari Alodokter, berikut upayanya:
1. Bangun secara perlahan dari posisi berbaring. Beri jeda sejenak agar tubuh menyesuaikan tekanan darah sebelum berdiri.
2. Penuhi kebutuhan cairan. Minum minimal dua liter air per hari untuk menjaga sirkulasi darah tetap optimal.
3. Rutin beraktivitas fisik. Jalan kaki, berenang, atau senam membantu menjaga fungsi jantung dan aliran darah.
4. Hindari asap rokok. Paparan rokok dapat merusak pembuluh darah dan memperburuk fungsi pernapasan.
Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, risiko blackout dapat diminimalkan dan kondisi tubuh tetap lebih stabil. (*)
