Kamis, 22 Januari 2026

Bakteri E.coli Ditemukan di Menu MBG, Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya

Berita Terkait

Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah ditemukan bakteri Escherichia coli (E.coli) pada salah satu menu yang disajikan. Temuan ini memicu kekhawatiran soal keamanan pangan, terutama karena bakteri tersebut dapat menimbulkan gangguan serius pada kesehatan.

E.coli adalah kelompok bakteri gram negatif yang secara alami hidup di usus manusia dan hewan. Sebagian besar tidak berbahaya, tetapi beberapa jenis dapat menyebabkan diare, pendarahan usus, hingga komplikasi berat seperti hemolitik uremic syndrome (HUS).

Bakteri ini dapat menular melalui makanan atau air yang terkontaminasi, lingkungan, kontak dengan hewan, hingga penularan antar manusia. Kontaminasi biasanya terjadi akibat penanganan makanan yang tidak higienis, bahan mentah yang tidak bersih, proses memasak yang kurang matang, serta penyimpanan yang tidak menjaga suhu makanan.

Mengutip CDC, ada sejumlah gejala utama yang perlu diperhatikan ketika seseorang terinfeksi E.coli yakni nyeri perut, diare, mual atau muntah, demam ringan serta lemas dan dehidrasi.

CDC dan WHO menyarankan langkah awal berikut untuk mencegah gejala semakin parah:

1. Hentikan konsumsi makanan yang dicurigai terkontaminasi.

2. Istirahat dan rehidrasi dengan minum cukup cairan.

3. Antibiotik hanya diberikan dokter, bergantung pada jenis bakteri dan kondisi pasien.

4. Pantau gejala, terutama diare berdarah, muntah, dan kondisi lemas. Segera ke fasilitas kesehatan bila gejala memburuk.

5. Hindari obat sembarangan, terutama obat antidiare tanpa rekomendasi medis.

Temuan E.coli pada menu MBG disebut sebagai alarm penting bagi seluruh pihak untuk memperketat higienisasi dapur, sanitasi peralatan, hingga memastikan pengolahan makanan sesuai standar keamanan pangan.

Reporter: Juliana Belence

Update