Sabtu, 24 Januari 2026

Apa Itu Buyer Protection dalam Transaksi Akun Game? Ini Penjelasan yang Perlu Diketahui Gamer

Berita Terkait

Ilustrasi transaksi akun game dengan proteksi pembeli. (f.kaptentekno)

batampos – Di ruang digital yang semakin luas, transaksi jual beli akun game kini terjadi setiap hari. Pemain berpindah dari satu game ke game lain dengan cepat, dan kebutuhan untuk mendapatkan akun siap pakai juga meningkat. Namun, tidak semua transaksi berlangsung aman. Banyak orang masih menjadi korban penipuan karena tidak memahami bagaimana mekanisme perlindungan pembeli bekerja.

Buyer Protection adalah sistem yang dirancang untuk memastikan bahwa pembeli menerima barang sesuai dengan deskripsi, terutama ketika barang tersebut berupa akun atau item digital yang tidak bisa dilacak fisik. Dalam jual beli akun game, ini menjadi mekanisme penting karena penipuan paling sering terjadi pada proses serah terima akses akun.

Menurut Iqbal Sandira, Head of Marketing Zeusx.com, proteksi pembeli bukan hanya fitur tambahan, melainkan fondasi kepercayaan. “Tanpa perlindungan yang jelas, pembeli dan penjual akan selalu curiga satu sama lain. Marketplace akan runtuh. Karena itu, sistem perlindungan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Sistem escrow yang menjadi dasar Buyer Protection bekerja sederhana: uang pembeli akan disimpan sementara oleh platform sampai pembeli mengonfirmasi bahwa akun telah diterima dan aman. Jika ada masalah—misalnya akun tidak sesuai, atau akses berubah setelah diberikan—pembeli dapat mengajukan sengketa. Dari sini, platform akan menilai bukti dari kedua pihak sebelum mengambil keputusan.

Buyer Protection membantu:

  • Mengurangi risiko akun direbut kembali
  • Memberi waktu bagi pembeli untuk memeriksa akun
  • Mendorong penjual untuk menjaga reputasi dan integritas

Sederhananya, sistem ini mengubah transaksi yang tadinya berbasis kepercayaan pribadi menjadi transaksi berbasis prosedur yang adil.

Di tengah maraknya transaksi daring, edukasi mengenai Buyer Protection menjadi penting. Dengan memahami cara kerja dan manfaatnya, pembeli bisa menghindari banyak skema penipuan yang berulang. Keamanan digital tidak hanya ditentukan oleh platform, tetapi juga oleh kesadaran pengguna dalam mengikuti prosedur yang benar. (*)

 

Update