Kamis, 22 Januari 2026

Layanan Microsoft 365 dan Azure Pulih Usai Gangguan Global Besar-Besaran

Berita Terkait

Microsoft. F. x.com/PetriFeed

batampos – Layanan Microsoft 365 dan Azure akhirnya berangsur pulih setelah mengalami gangguan global besar-besaran pada Selasa (29/10) malam waktu global. Ribuan pengguna di berbagai negara sempat tidak bisa mengakses Outlook, Teams, hingga layanan cloud Azure.

Menurut situs pelacak gangguan Downdetector, laporan pengguna yang terdampak mulai meningkat sejak pukul 16.00 UTC.

Microsoft kemudian mengonfirmasi penyebab utama gangguan berasal dari perubahan konfigurasi yang tidak disengaja pada sistem Azure Front Door (AFD), layanan yang mengatur distribusi dan routing global aplikasi pelanggan.

Dalam upaya pemulihan, Microsoft segera menerapkan kembali konfigurasi terakhir yang berfungsi normal. Lalu lintas data pengguna dialihkan dari jalur bermasalah ke jalur cadangan agar layanan cepat kembali stabil.

“Kami telah menonaktifkan perubahan konfigurasi lebih lanjut pada Azure Front Door hingga mitigasi selesai,” tulis Microsoft dalam pembaruan status resminya.

Meskipun AFD sempat terganggu, pengguna masih bisa mengakses portal layanan melalui jalur alternatif. Microsoft memastikan tim teknis terus memantau dan menstabilkan sistem agar kejadian serupa tidak terulang.

Gangguan ini berdampak luas pada berbagai sektor, mulai dari perusahaan besar, layanan publik, hingga jaringan ritel internasional seperti Starbucks yang mengandalkan infrastruktur cloud Azure.

Maskapai Alaska Airlines juga melaporkan sistem check-in mereka sempat terganggu akibat insiden tersebut.

“Gangguan global hari ini mempengaruhi platform Microsoft Azure. Tim kami bekerja cepat untuk memulihkan layanan agar tamu dapat memesan dan check-in penerbangan secara online,” tulis Alaska Airlines di akun X resmi mereka, Kamis (30/10).

Meski sebagian besar layanan kini sudah kembali normal, Microsoft mengakui masih ada keterlambatan pemulihan di beberapa wilayah. Insiden ini menjadi pengingat bahwa sistem cloud berskala global tetap rentan terhadap kesalahan konfigurasi internal.

Reporter: Juliana Belence

Update