
batampos – Gelombang kebangkitan Generasi Z tengah melanda dunia. Anak muda di berbagai negara bangkit menentang korupsi, ketidakadilan sosial, biaya hidup tinggi, dan penyalahgunaan kekuasaan pemerintah.
Fenomena global ini menunjukkan bagaimana kaum muda menjadi kekuatan sosial-politik baru, bahkan memaksa sejumlah pemimpin berkuasa turun dari jabatannya. Berikut deretan negara yang diguncang protes besar yang dipelopori Generasi Z.
1. Peru (Oktober 2025)
Ribuan anak muda turun ke jalan menolak kebijakan pensiun yang dianggap tidak adil dan maraknya korupsi di pemerintahan. Gelombang protes ini menekan pemerintah untuk segera melakukan reformasi politik dan transparansi kebijakan publik.
2. Nepal (September 2025)
Aksi massa besar menentang rasuah dan pembatasan media sosial memaksa Perdana Menteri K. P. Sharma Oli mengundurkan diri. Pemerintah sementara dibentuk untuk memastikan stabilitas dan membuka ruang bagi reformasi politik baru.
3. Madagaskar (Oktober 2025)
Kelangkaan air dan pemadaman listrik memicu kemarahan publik. Protes yang dipimpin generasi muda berujung pada pelarian Presiden Andry Rajoelina, sementara militer mengambil alih pemerintahan sementara.
4. Bangladesh (Agustus 2024)
Aksi besar-besaran pelajar dan mahasiswa menolak sistem kuota kerja dan kekerasan aparat berhasil memaksa Perdana Menteri Sheikh Hasina mundur. Peristiwa ini menjadi simbol keberanian Generasi Z menuntut pemerintahan yang lebih adil.
5. Maroko (Oktober 2025)
Gerakan “Gen Z 212” menuntut reformasi sistem pendidikan dan kesehatan. Pemerintah menanggapinya dengan tindakan keras, namun gelombang perlawanan belum padam dan terus menekan kebijakan negara.
6. Filipina (Juli 2025)
Generasi muda memimpin protes menuntut reformasi pemilu dan kebebasan pers. Meskipun pemerintahan masih bertahan, tekanan publik membuka ruang dialog dan perbaikan sistem pemilu nasional.
7. Togo (Juni 2025)
Aksi anak muda menentang pemerintahan otoriter mengguncang negara kecil di Afrika Barat itu. Demonstrasi besar membuat pemerintah mempertimbangkan perubahan kebijakan dan struktur kepemimpinan.
8. Kenya (Agustus 2025)
Gerakan pemuda menuntut transparansi, keadilan sosial, dan penegakan hukum atas korupsi. Protes terus berlanjut dan memperkuat peran generasi muda sebagai penggerak reformasi sosial di Afrika Timur.
9. Serbia (Mei 2025)
Gelombang kebangkitan Generasi Z kembali mengguncang Eropa Timur. Ribuan anak muda di Serbia turun ke jalan pada Mei 2025, menuntut reformasi sistem pemilihan umum dan kebebasan media di negara tersebut.
10. Indonesia (September 2025)
Gelombang demonstrasi mahasiswa dan anak muda menentang tingginya biaya hidup dan isu politik dalam negeri seperti tunjangan pejabat dan kebijakan ekonomi yang dianggap tidak pro-rakyat. Aksi ini membuat pemerintah melakukan reshuffle kabinet dan merancang reformasi bertahap.
Fenomena ini menjadi bukti bahwa Generasi Z bukan hanya generasi digital, melainkan kekuatan sosial baru yang mampu menekan sistem dan mengguncang stabilitas politik global. (*)
Reporter: Juliana Belence
