Kamis, 22 Januari 2026

Benarkah Jika Air Hujan Dapat Menyebabkan Sakit Pilek, Demam, dan Flu? Ini Faktanya

Berita Terkait

Ilustrasi main hujan. (JPG)

batampos – Hujan adalah salah satu bagian dari siklus air (siklus hidrologi) di bumi yang terjadi melalui beberapa tahapan alami. Proses ini dimulai ketika air dari laut, sungai, danau maupun permukaan tanah menguap akibat panas matahari.

Uap air tersebut naik ke atmosfer dan mengalami pendinginan, sehingga berubah menjadi titik-titik air kecil yang membentuk awan melalui proses kondensasi. Ketika awan terus menumpuk dan gumpalan air di dalamnya semakin besar dan berat, gaya gravitasi bumi akan menariknya turun sebagai hujan.

Secara alami, air hujan termasuk air yang relatif murni karena tidak mengandung mineral atau zat kimia saat pertama kali terbentuk. Namun, sejak kita kecil sering kali mendengar kalimat yang berbunyi “Jangan mandi air hujan, nanti sakit”. Kalimat tersebut biasanya dikatakan oleh orang tua kepada anaknya.

Fakta Terkait Air Hujan dan Sakit Pilek

Dikutip dari Alodokter, anak-anak lebih mudah terserang pilek saat kondisi tubuh mereka sedang tidak fit. Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa virus influenza lebih cepat menyebar pada musim hujan, sehingga kasus flu dan pilek lebih sering terjadi di periode tersebut, termasuk pada anak.

Ketika seorang anak sakit setelah bermain hujan, penyebab utamanya biasanya adalah daya tahan tubuh yang menurun sehingga ia rentan terinfeksi virus penyebab flu. Sebaliknya, jika imunitasnya kuat, maka tubuh mampu melawan virus dan kuman dengan baik sehingga ia tidak mudah mengalami pilek meskipun kehujanan.

Tidak hanya karena imunitas yang menurun, suhu dingin saat musim hujan juga dapat memicu anak terkena pilek atau flu. Paparan udara dingin dapat menghambat aliran darah ke area hidung, sehingga memicu munculnya gejala pilek. Kondisi ini juga bisa menyebabkan keluhan kambuh pada anak yang alergi atau sensitif terhadap suhu dingin.

Tips Agar Terhindar dari Penyakit Selama Musim Hujan

Mandi atau bermain saat hujan tidak menjadi masalah jika sistem kekebalan tubuh anak kuat, serta ia tidak memiliki alergi terhadap udara dingin. Kegiatan ini justru dapat membuatnya lebih akrab dengan alam serta belajar melalui pengalaman langsung.

Selain itu, bermain hujan juga bermanfaat untuk mendukung proses tumbuh kembang anak, khususnya dalam melatih kemampuan motoriknya. Setelah bermain atau mandi hujan, sebaiknya segeralah mandi dan bilas seluruh tubuh menggunakan air bersih dan sabun.

Dikutip dari Halodoc, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama musim hujan agar tidak terjangkit virus penyebab pilek dan flu. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan untuk rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik.

Selain itu, hindarilah kebiasaan menyentuh area wajah seperti mata, hidung dan mulut jika tangan belum bersih. Jika ada anggota keluarga yang sedang batuk atau bersin, sebaiknya berikan masker. Jangan lupa untuk membersihkan benda-benda yang sering disentuh di rumah, seperti gagang pintu atau saklar lampu.

Jika kamu mengalami kondisi tersebut, maka lakukan cara yang sama dan hindari keluar rumah agar tidak menularkan ke orang lain. Pakailah baju yang hangat untuk mengurangi paparan udara dingin saat musim hujan. Agar mempercepat proses pemulihan, mungkin kamu juga perlu untuk mengonsumsi suplemen vitamin. (*)

Update