Jumat, 23 Januari 2026

Waspadai Heat Stroke! Ini Ciri dan Pertolongan Pertamanya

Berita Terkait

Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Cuaca panas ekstrem yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa minggu terakhir membuat suhu udara meningkat tajam. Kondisi ini dapat memicu gangguan kesehatan serius, salah satunya heat stroke atau serangan panas.

Heat stroke terjadi ketika suhu tubuh seseorang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, dan mekanisme pendinginan tubuh tidak lagi berfungsi. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berakibat fatal.

Mengutip laman Puskesmas Meninting, gejala heat stroke meliputi kulit panas dan kering, pusing, kebingungan, mual, muntah, hingga kehilangan kesadaran. Dalam kondisi parah, heat stroke dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh dan gangguan fungsi otak.

“Heat stroke merupakan kondisi darurat medis yang harus segera mendapatkan pertolongan untuk menurunkan suhu tubuh korban,” tulis laman dinkes.babelprov.go.id.

Berikut beberapa langkah awal yang bisa dilakukan untuk membantu penderita heat stroke sebelum mendapatkan pertolongan medis:

1. Pindahkan ke Tempat Sejuk

Segera pindahkan korban ke tempat yang teduh atau berkanopi seperti halte, teras, atau di bawah pohon. Tujuannya untuk menghentikan paparan panas langsung dan membantu menurunkan suhu tubuh secara alami.

2. Kompres dengan Air Dingin

Gunakan handuk atau kain basah untuk mengompres bagian tubuh seperti leher, ketiak, dan selangkangan—area dengan banyak pembuluh darah. Cara ini efektif membantu menurunkan suhu tubuh.

Hindari penggunaan air terlalu dingin pada anak-anak, penderita penyakit kronis, atau orang yang baru berolahraga berat.

3. Semprot atau Basahi Tubuh

Basahi kepala atau rambut korban dengan air dingin, atau rendam pergelangan kaki dalam air. Cara ini membantu mempercepat proses pendinginan tubuh, terutama jika suhu udara masih tinggi.

4. Berikan Air Mineral

Pastikan korban minum air putih yang cukup untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat panas.

Hindari minuman berkafein, beralkohol, atau terlalu dingin karena bisa memperburuk dehidrasi dan memperlambat proses pendinginan tubuh.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, menggunakan pakaian longgar dan berwarna terang, serta meningkatkan asupan cairan selama cuaca panas ekstrem. (*)

Update