Jumat, 23 Januari 2026

ChatGPT Jadi Aplikasi AI Terpopuler 2025, Lampaui 400 Juta Pengguna

Berita Terkait

ChatGPT
F. OpenAI.

batampos – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), sejumlah aplikasi AI terus bersaing menarik pengguna global.

ChatGPT, buatan OpenAI, tercatat sebagai aplikasi AI paling populer di dunia pada Februari 2025 dengan lebih dari 400,61 juta pengguna aktif bulanan (MAU), dikutip dari Statista, Selasa (7/10).

Posisi kedua ditempati Doubao, chatbot milik ByteDance asal Tiongkok, dengan sekitar 81,91 juta pengguna aktif bulanan. Aplikasi ini menjadi alat AI berbasis bahasa Mandarin paling banyak digunakan selama periode tersebut.

Menurut laporan Backlinko, berikut daftar 10 aplikasi AI terpopuler tahun 2025 yang paling banyak digunakan di dunia:

1. ChatGPT (OpenAI) – Chatbot multiguna untuk menulis, mencari informasi, membantu coding, dan belajar, dengan 400 hingga 500 juta pengguna aktif bulanan.

2. Quark (Alibaba, China) – Fokus pada AI pencarian dan integrasi lokal di pasar China, dengan 149 juta pengguna.

3. Doubao (ByteDance, China) – Unggul dalam komunikasi dan penalaran berbahasa Mandarin, 107 juta pengguna.

4. Deepseek (China) – Aplikasi AI generatif populer di App Store, menarik 96 hingga 99 juta pengguna.

5. Nova (HubX, Turki) – AI multiguna untuk menulis, menggambar, dan pasar non-Barat, 71 hingga 72 juta pengguna.

6. Yuanbao (Tencent, China) – Terintegrasi kuat di ekosistem Tencent, 41 hingga 45 juta pengguna.

7. Genius – Fokus pada alat bantu pendidikan dan produktivitas, 40 hingga 45 juta pengguna.

8. Talkie AI (SubSup, Singapura) – Persona AI interaktif berbasis suara dan teks, 34 hingga 35 juta pengguna.

9. Remini (Bending Spoons, Italia) – Populer untuk restorasi foto dan peningkatan kualitas video, 33 juta pengguna.

10. Character AI – Chatbot hiburan berbasis karakter, digunakan 31 hingga 32 juta pengguna.

Angka-angka tersebut hanya mencakup pengguna aplikasi seluler, belum termasuk pengguna versi web, yang kemungkinan membuat total pengguna jauh lebih besar.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pengguna global kini mencari AI yang serbaguna, interaktif, dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan lokal maupun visual. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Update