
batampos – Pola makan berperan penting dalam menjaga kesehatan otak yang optimal.
Pola makan seimbang kaya nutrisi esensial meningkatkan fungsi kognitif, daya ingat, konsentrasi, dan kejernihan mental.
Sebaliknya, pola makan yang kekurangan nutrisi penting atau didominasi oleh pilihan tidak sehat dapat mengganggu aktivitas mental.
Ini pun menyebabkan penurunan fokus, gangguan suasana hati, dan peningkatan risiko penyakit neurodegeneratif.
Dilansir English jagran, berikut lima makanan yang diam-diam merusak otak Anda menurut ilmu saraf.
1. Minuman manis
Minuman manis kaya akan fruktosa, sejenis gula yang membahayakan kesehatan otak.
Konsumsi fruktosa dalam jumlah tinggi menyebabkan peradangan di otak, mengganggu fungsi kognitif, dan bahkan menyusutkan sebagian otak.
Ini memicu masalah memori dan kemungkinan risiko demensia.
2. Makanan goreng dan olahan
Lemak jahat, terlalu banyak natrium, dan zat aditif buatan yang merusak kesehatan otak banyak terdapat dalam sebagian besar makanan yang digoreng dan diproses.
Ketika seseorang mengonsumsi banyak makanan yang digoreng dan diproses, risiko penurunan kognitif, masalah memori, dan penyakit Alzheimer meningkat.
3. Lemak trans
Lemak trans terdapat dalam camilan kemasan dan makanan yang digoreng.
Lemak ini dapat memicu sekresi molekul inflamasi yang merusak sel-sel otak dengan menghambat komunikasi antarsel, menyebabkan penurunan kognitif, masalah memori, dan risiko demensia yang lebih tinggi.
Lemak trans juga cenderung menurunkan kadar kolesterol HDL (baik) yang penting untuk kesehatan otak.
4. Karbohidrat olahan
Karbohidrat olahan seperti roti putih dan camilan manis dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan kadar gula darah secara cepat sehingga kemampuan kognitif dan daya ingat terganggu.
5. Pemanis buatan
Beberapa pemanis buatan seperti aspartam dan sukralosa dianggap berpotensi toksik bagi otak.
Perubahan konsentrasi neurotransmiter di otak yang mengatur suasana hati terjadi akibat pemanis tersebut dan menyebabkan gejala seperti depresi, kecemasan, serta sakit kepala.
Konsumsi pemanis buatan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke dan demensia. (*)
