Sabtu, 24 Januari 2026

Berhenti Minum Kopi? Ini 6 Dampaknya yang Wajib Anda Tahu

Berita Terkait

Ilustrasi kopi. (jawapos)

batampos – Bagi sebagian orang, kopi bukan sekadar minuman, melainkan bagian penting dari gaya hidup sehari-hari.

Dari pagi hingga sore, secangkir kopi sering kali menjadi penyemangat yang dianggap mampu menjaga fokus dan menambah energi.

Namun, di balik kenikmatannya, ada pertanyaan menarik yang jarang dipikirkan, yakni apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh ketika kebiasaan minum kopi dihentikan?

Tidak sedikit orang terkejut ketika merasakan perubahan yang muncul, karena tubuh ternyata memiliki cara tersendiri dalam merespons ketiadaan kafein ini.

Dilansir dari laman RBC Ukraine pada Sabtu (13/9), berikut merupakan 6 dampak yang akan terjadi pada tubuh saat berhenti minum kopi.

1. Sakit kepala bisa muncul

Saat seseorang terbiasa mengonsumsi kopi setiap hari, tubuhnya akan menyesuaikan diri dengan kehadiran kafein.

Kafein memiliki efek menyempitkan pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih terbatas.

Ketika asupan kopi dihentikan, pembuluh darah tersebut akan kembali melebar ke ukuran normal. Perubahan ini bisa menimbulkan reaksi berupa sakit kepala yang biasanya terjadi sementara.

Jadi, sakit kepala yang muncul bukan berarti tubuh sedang sakit serius, melainkan tanda bahwa tubuh sedang beradaptasi dengan kondisi tanpa kafein.

2. Bisa mengalami sembelit

Kopi tidak hanya dikenal sebagai minuman penambah energi, tetapi juga berperan dalam merangsang sistem pencernaan.

Hal ini disebabkan karena kafein dapat berinteraksi dengan mikroba yang ada di dalam usus, sehingga membuat pergerakan usus menjadi lebih lancar.

Ketika seseorang berhenti minum kopi, efek ini otomatis berkurang dan bisa menyebabkan sembelit.

Untuk mencegah masalah tersebut, dianjurkan menggantinya dengan banyak minum air putih serta mengonsumsi makanan kaya serat seperti buah-buahan segar, sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh yang dapat membantu menjaga kelancaran pencernaan.

3. Tubuh terasa lebih lelah

Kafein bekerja sebagai stimulan yang dapat memberi efek meningkatkan kewaspadaan dan energi sementara.

Karena itu, tidak heran jika banyak orang merasa lebih bersemangat setelah minum kopi. Namun, ketika asupan kopi dihentikan, tubuh akan merasakan perubahan yang cukup signifikan.

Dalam beberapa hari pertama, seseorang mungkin merasa lebih cepat mengantuk, kurang bersemangat, atau bahkan sedikit pusing.

Kondisi ini sebenarnya adalah bagian dari proses tubuh saat menyesuaikan diri dengan ketiadaan kafein.

Untuk mengurangi rasa lelah yang berlebihan, sebaiknya berhenti minum kopi dilakukan secara bertahap, bukan langsung berhenti mendadak, agar tubuh bisa beradaptasi lebih mudah.

4. Berat badan bisa turun

Secangkir kopi hitam murni sebenarnya hanya mengandung sekitar 2 kalori, sehingga hampir tidak memberi dampak pada berat badan.

Namun, yang sering membuat kopi menjadi tinggi kalori adalah tambahan gula, susu, atau krim yang dimasukkan ke dalamnya.

Misalnya, satu cangkir kopi dengan 2 sendok makan krim dan 2 sendok teh gula bisa mencapai sekitar 130 kalori. Jika kebiasaan ini dilakukan setiap hari, tentu kalori yang masuk ke tubuh semakin besar.

Dengan berhenti mengonsumsi kopi bergula atau kopi dengan tambahan krim, secara otomatis asupan kalori yang berlebih akan berkurang. Hal ini dapat membantu menurunkan berat badan dan menjaga pola makan tetap lebih sehat.

5. Tidur jadi lebih nyenyak

Kafein memiliki pengaruh langsung terhadap siklus tidur karena sifatnya yang merangsang otak agar tetap terjaga.

Itulah sebabnya banyak orang sulit tidur ketika minum kopi di sore atau malam hari. Menurut penelitian, menghindari kafein setidaknya 9 jam sebelum tidur bisa membantu mengurangi risiko insomnia.

Jika seseorang berhenti minum kopi sama sekali, kualitas tidurnya cenderung menjadi lebih baik dan nyenyak.

Selain itu, tubuh manusia sebenarnya memiliki mekanisme alami untuk meningkatkan energi di pagi hari tanpa perlu bantuan kafein.

Sebagai pengganti kopi, minuman seperti teh herbal bisa menjadi pilihan yang lebih tepat untuk memulai hari.

6. Gigi terlihat lebih putih

Salah satu dampak yang sering dirasakan oleh peminum kopi adalah perubahan warna pada gigi.

Kopi mengandung zat bernama tanin yang mudah menempel pada lapisan enamel gigi dan meninggalkan noda berwarna kuning atau cokelat.

Dengan berhenti minum kopi, risiko bertambahnya noda pada gigi bisa berkurang, sehingga gigi tampak lebih bersih.

Namun, penting untuk diingat bahwa berhenti minum kopi saja tidak cukup untuk membuat gigi benar-benar sehat.

Menjaga kebersihan mulut dengan cara rutin menyikat gigi, menggunakan benang gigi, berkumur, serta melakukan pemeriksaan gigi secara teratur tetap menjadi kunci utama.

Selain itu, kopi dan soda juga termasuk minuman yang cukup berisiko karena dapat mengikis enamel gigi, sehingga mengurangi atau menghentikan konsumsinya adalah langkah baik bagi kesehatan gigi. (*)

SourceJPGroup

Update