Sabtu, 24 Januari 2026

7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Melemahkan Ingatan Padahal masih Muda

Berita Terkait

Ilustrasi tidur yang tidak berkualitas. (Istimewa)

batampos – Pernah merasa gampang lupa, padahal usiamu masih muda? Jangan buru-buru menyalahkan faktor umur atau terlalu sibuk bekerja.

Faktanya, ada sejumlah kebiasaan kecil dalam rutinitas sehari-hari yang tanpa disadari bisa perlahan melemahkan daya ingat.

Yang mengejutkan, kebiasaan ini sering dianggap sepele dan sudah menjadi bagian dari aktivitas harian mulai dari pola tidur, cara makan, hingga penggunaan gadget.

Jika dibiarkan terus-menerus, otak akan bekerja kurang optimal dan kemampuan mengingat bisa menurun lebih cepat dari yang kamu bayangkan.

7 Kebiasaan yang Diam-Diam Melemahkan Ingatan

Dirangkum dari laman Eating Well dan Times of India, berikut tujuh kebiasaan yang diam-diam bisa melemahkan ingatanmu.

1. Kurang Tidur Berkualitas

Tidur bukan sekadar waktu istirahat, tapi juga momen penting bagi otak untuk memproses informasi yang sudah kita terima sepanjang hari.

Saat tidur nyenyak, memori baru akan dikonsolidasikan sehingga lebih mudah diingat kembali.

Jika kamu sering begadang atau tidur tidak teratur, otak jadi kesulitan menyimpan informasi dan kemampuan fokus menurun.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa membuat daya ingat melemah lebih cepat dari yang kamu kira.

2. Mengonsumsi Alkohol Secara Rutin

Segelas minuman beralkohol mungkin terlihat sepele, apalagi jika dilakukan untuk melepas penat.

Namun, konsumsi alkohol yang terlalu sering dapat merusak sel-sel otak dan memperlambat komunikasi antar neuron.

Efeknya bukan hanya terasa pada konsentrasi sesaat, tapi juga pada memori jangka panjang.

Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa menurunkan kemampuan berpikir jernih dan mengingat detail penting dalam kehidupan sehari-hari.

3. Multitasking Tanpa Henti

Banyak orang bangga bisa mengerjakan banyak hal sekaligus, padahal otak tidak dirancang untuk fokus pada beberapa aktivitas berat dalam waktu bersamaan.

Multitasking yang berlebihan justru membuat otak kewalahan, sehingga informasi baru sulit disimpan dengan baik. Akibatnya, hasil kerja jadi tidak maksimal dan daya ingat jangka pendek lebih cepat terganggu.

4. Gaya Hidup Pasif atau Kurang Aktivitas Fisik

Jarang bergerak bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga otak.

Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan bisa meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak.

Jika tubuh terlalu pasif, suplai nutrisi ke otak berkurang sehingga sel-sel otak tidak bekerja secara optimal.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa mempercepat penurunan fungsi kognitif.

5. Stres Kronis dan Tekanan Sehari-hari

Stres yang berlangsung terus-menerus meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh.

Hormon ini, jika berlebihan, dapat merusak hippocampus, bagian otak yang berperan penting dalam mengatur memori.

Itulah sebabnya orang yang sering stres cenderung lebih pelupa, mudah kehilangan fokus, bahkan sulit mengingat detail kecil.

Tanpa pengelolaan stres yang baik, daya ingat bisa terkikis sedikit demi sedikit.

6. Kebiasaan Makan Kurang Sehat

Otak membutuhkan nutrisi seimbang agar tetap tajam. Diet tinggi gula, lemak jenuh, dan makanan olahan dapat mengganggu komunikasi antar sel otak dan meningkatkan risiko penurunan memori.

Sebaliknya, makanan kaya omega-3, sayuran hijau, dan biji-bijian dapat memperkuat fungsi otak.

Jadi, pola makan yang buruk bukan hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tapi juga secara langsung bisa melemahkan daya ingat.

7. Isolasi Sosial dan Kurang Stimulasi Mental

Interaksi sosial dan aktivitas yang menantang otak, seperti membaca, bermain puzzle, atau belajar hal baru, membantu menjaga otak tetap aktif.

Sebaliknya, terlalu sering menyendiri dan minim stimulasi mental bisa membuat otak jadi “malas” bekerja.

Kondisi ini perlahan mengurangi ketajaman memori dan membuat kemampuan mengingat detail semakin menurun.

Menjaga daya ingat bukan hanya soal faktor usia, tapi juga kebiasaan sehari-hari yang kita jalani.

Dengan mengenali dan menghindari tujuh kebiasaan di atas, kamu bisa membantu otak tetap sehat, fokus, dan tajam dalam jangka panjang.

Ingatan yang kuat adalah investasi berharga untuk kualitas hidup yang lebih baik. (*)

SourceJPGroup

Update