
batampos – Telur sering dianggap sebagai sumber protein murah dan mudah didapat. Kamu mungkin berpikir makan telur setiap hari adalah cara sehat untuk memenuhi kebutuhan gizi.
Namun, di balik manfaatnya, konsumsi telur yang berlebihan ternyata bisa membawa dampak negatif yang tak main-main bagi kesehatan.
Mulai dari meningkatkan risiko penyakit kronis hingga memicu masalah kulit, efek samping ini sering kali luput dari perhatian karena tertutup oleh manfaatnya yang besar.
Mengetahui batasan yang tepat sangat penting agar kamu bisa tetap mendapatkan nutrisi maksimal dari telur tanpa membahayakan tubuhmu.
Berikut 7 bahaya dari mengonsumsi telur berlebihan seperti dirangkum dari laman Hello Sehat dan Dokter Sehat.
1. Meningkatkan Kolesterol
Satu butir telur mengandung sekitar 185 mg kolesterol, dan batas maksimal yang disarankan untuk konsumsi harian adalah 200 mg.
Jika kamu makan terlalu banyak, kadar kolesterol dalam tubuh bisa melonjak, terutama kolesterol jahat (LDL) yang terkonsentrasi di kuning telur.
2. Meningkatkan Risiko Diabetes
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi telur harian bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2, terutama pada wanita. Kandungan lemak pada telur dapat memicu kondisi ini.
Sebuah studi dari The American Journal of Clinical Nutrition bahkan menemukan bahwa pria berisiko 55 persen lebih tinggi dan wanita 77 persen lebih tinggi terkena diabetes jika makan telur setiap hari.
3. Jerawat
Meskipun bukan penyebab utama, terlalu banyak makan telur bisa memperparah jerawat pada sebagian orang.
Telur, terutama saat diolah menjadi makanan seperti kue, puding, mayones, nugget, atau frozen food, dapat memicu peradangan dalam tubuh.
Peradangan ini bisa membuat laju produksi kelenjar minyak meningkat, yang membuat kulit lebih berminyak, mengundang bakteri, dan pada akhirnya memicu timbulnya jerawat di kulitmu.
4. Kelebihan Berat Badan
Telur memang bergizi, tapi juga mengandung kalori yang cukup tinggi, yaitu sekitar 75 kalori per butir.
Jika kamu makan tiga butir telur orak-arik untuk sarapan, kamu sudah mendapatkan 225 kalori.
Jika dikonsumsi berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik, tingginya kalori dan lemak dalam telur dapat menyebabkan berat badanmu naik.
Jika kamu memiliki masalah kelebihan berat badan, sebaiknya batasi konsumsi telur hanya 2-3 hari sekali.
5. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Kolesterol jahat yang terkandung dalam kuning telur merupakan faktor utama risiko penyakit kardiovaskular.
Seseorang yang memiliki risiko tinggi penyakit jantung harus sangat membatasi asupan kuning telur.
Umumnya, dokter menyarankan untuk menghentikan konsumsi kuning telur sama sekali jika kamu pernah mengalami stroke atau serangan jantung.
6. Perut Kembung
Terlalu banyak makan telur juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan, seperti perut kembung atau sakit perut. Risiko kembung bisa meningkat jika kamu memiliki alergi makanan, bahkan alergi ringan.
Selain itu, jika kamu memiliki intoleransi terhadap protein telur, konsumsi berlebihan dapat memperburuk kondisi ini.
7. Memicu Alergi dan Bahaya Bakteri
Terlalu sering mengonsumsi telur dalam jumlah banyak ternyata juga bisa membuat kamu lebih rentan terkena alergi di kemudian hari. Apalagi jika telur yang dikonsumsi tidak berkualitas, seperti sudah retak atau cenderung kotor.
Perlu diketahui, mengonsumsi telur yang cangkangnya sudah retak dapat meningkatkan risiko terpapar bakteri Salmonella, jenis bakteri yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan parah. (*)
