
batampos – Kopi memang telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Rasanya yang khas dan aromanya yang menggoda membuat kopi disukai hampir di setiap kalangan.
Namun, tidak semua orang bisa menikmati kopi dengan bebas. Dilansir dari laman YouTube Kunci Sehat, ada kelompok tertentu yang justru disarankan menghindari minuman ini.
Bukan hanya soal kebiasaan, tapi juga karena efek samping kopi dapat memperburuk kondisi kesehatan tertentu. Oleh karena itu, penting bagi kita mengetahui siapa saja yang sebaiknya tidak minum kopi.
Berikut 11 Kelompok Orang yang Tidak Dianjurkan Minum Kopi;
1. Pengidap GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
Penderita GERD sangat disarankan untuk menghindari kopi. Kafein dapat membuat katup esofagus bagian bawah melemah, sehingga asam lambung mudah naik ke kerongkongan. Kondisi ini memicu rasa perih di dada, sensasi terbakar, hingga rasa tidak nyaman berkepanjangan.
2. Pengidap Penyakit Jantung
Bagi orang yang memiliki masalah jantung, terutama aritmia, konsumsi kopi bisa menjadi risiko serius. Kafein dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah dalam waktu singkat. Hal ini bisa berbahaya dan memperburuk kondisi penderita.
3. Penderita Diare
Efek kopi yang merangsang pergerakan usus bisa membuat diare semakin parah. Cairan tubuh akan lebih banyak terbuang, sehingga risiko dehidrasi meningkat. Karena itu, sebaiknya hindari kopi sampai kondisi tubuh benar-benar pulih.
4. Ibu Hamil dan Menyusui
Pada ibu hamil, kafein berlebih berisiko memicu keguguran, persalinan prematur, hingga bayi lahir dengan berat rendah. Sementara pada ibu menyusui, sifat diuretik kafein bisa menyebabkan dehidrasi dan memengaruhi kualitas ASI.
5. Anak-anak di Bawah 12 Tahun
Tubuh anak-anak belum siap menerima efek stimulan dari kafein. Konsumsi kopi bisa menimbulkan gangguan konsentrasi, rasa cemas, sakit perut, bahkan merusak kesehatan gigi karena kandungan asamnya.
6. Penderita Gangguan Tidur
Bagi yang sulit tidur, kopi justru memperburuk kondisi. Kafein mengganggu irama sirkadian tubuh, membuat tidur menjadi tidak nyenyak. Para ahli bahkan menyarankan untuk menghindari kafein setidaknya enam jam sebelum waktu tidur.
7. Pengidap Gangguan Kecemasan
Kopi dapat memicu rasa cemas berlebih pada orang dengan gangguan panik atau kecemasan. Kandungan kafein bisa meningkatkan hormon stres, sehingga serangan panik lebih mudah terjadi.
8. Penderita Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)
Pada penderita IBS, kopi bisa memperburuk gejala seperti kram dan diare. Efek stimulasi pada usus akan membuat perut semakin tidak nyaman. Itulah sebabnya penderita IBS dianjurkan membatasi kopi.
9. Penderita Glaukoma
Kopi bisa meningkatkan tekanan intraokular pada mata. Tekanan ini memperburuk kerusakan saraf optik, yang pada akhirnya bisa meningkatkan risiko kebutaan bagi penderita glaukoma.
10. Orang dengan Kandung Kemih Terlalu Aktif
Kafein bersifat diuretik, yang artinya bisa memperbanyak frekuensi buang air kecil. Pada orang dengan kandung kemih overaktif, kopi akan semakin memperparah gejala tersebut.
11. Pengidap Epilepsi
Konsumsi kopi berlebih berpotensi meningkatkan risiko kejang. Beberapa penelitian menemukan bahwa kafein dapat memicu serangan epilepsi, sehingga penderita sebaiknya berhati-hati.
Kopi memang nikmat, tetapi tidak semua orang bisa menikmatinya dengan bebas. Bagi sebagian orang, kopi justru bisa memperburuk kondisi kesehatan yang sudah dimiliki.
Jika Anda termasuk salah satu dari kelompok di atas, sebaiknya berhati-hati atau berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi kopi. Ingat, menjaga kesehatan jauh lebih penting daripada sekadar menikmati secangkir kopi. (*)
