Rabu, 14 Januari 2026

Istilah “Tone Deaf” Viral di Medsos, Ini Arti dan Penggunaannya

Berita Terkait

Ilustrasi medsos
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Istilah “tone deaf” belakangan ramai diperbincangkan publik di media sosial, terutama setelah aksi demonstrasi 28 Agustus lalu.

Sebagian masyarakat ikut menyuarakan aspirasinya, namun ada pula yang memilih diam. Warganet pun menyindir sikap tersebut dengan menyebut mereka “tone deaf” karena dianggap tidak peka terhadap situasi.

Dilansir dari Dictionary, tone deaf awalnya merujuk pada kondisi medis seseorang yang tidak mampu membedakan nada dalam musik. Dalam medis, hal ini disebut amusia, yakni gangguan pada otak dalam memproses nada dan melodi.

Namun, di luar konteks musik, istilah ini kini lebih sering digunakan secara kiasan. Tone deaf dipakai untuk menggambarkan seseorang yang tidak peka, gagal membaca situasi, atau tidak memahami perasaan orang lain.

Biasanya, istilah ini ditujukan pada figur publik yang pamer kemewahan atau memilih bungkam di tengah kondisi masyarakat yang sedang sulit. Situasi di Indonesia pun tak lepas dari sorotan warganet yang menyoroti sikap serupa.

Kini, tone deaf menjadi bahasa viral di dunia maya. Istilah ini menjadi simbol penting untuk mengingatkan agar lebih bijak dan peka dalam bersikap, terutama di era digital. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Update