Sabtu, 24 Januari 2026

4 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Remaja Kena Serangan Jantung di Usia Muda, Salah Satunya Nge-Vape

Berita Terkait

Merokok dengan vape. (iStock)

batampos – Anda mungkin mengenal serangan jantung sebagai penyakit yang mengintai lansia. Namun, kenyataannya menunjukkan bahwa penyakit jantung kini semakin banyak mengintai generasi muda.

WHO bahkan mengungkapkan bahwa kardiovaskular, termasuk serangan jantung, merupakan penyebab kematian utama secara global. WHO juga mencatat 19,8 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskular, dan sekitar 85% di antaranya disebabkan oleh serangan jantung dan stroke.

Kementerian Kesehatan RI turut memberitahu adanya peningkatan kasus serangan jantung yang mengintai usia 20 hingga 40 tahun. Penyebabnya sering kali bukan karena faktor genetik atau penyakit bawaan, melainkan dari pola hidup yang mereka jalani sehari-hari.

Untuk itu, Kemenkes menjelaskan beberapa faktor pemicu serangan jantung pada remaja yang erat kaitannya dengan rutinitas sehari-hari.

Faktor Pemicu Serangan Jantung pada Generasi Muda

1. Pola Makan yang Tidak Sehat

Di era modern ini, makanan cepat saji adalah pilihan paling praktis ketika lapar dan sering kali menjadi favorit sebagian besar remaja. Tidak hanya makanan, minuman manis, bersoda, hingga kopi juga kerap kali menjadi teman wajib dalam keseharian mereka.

Makanan dan minuman ini mengandung lemak jenuh, garam, dan gula dengan jumlah tinggi. Jika pola makan seperti ini terus berlanjut, maka akan meningkatkan kadar kolesterol dan mengakibatkan aliran darah ke jantung tersumbat hingga menyebabkan serangan jantung di usia muda.

2. Kebiasaan Begadang

Remaja dan generasi muda saat ini sangat akrab dengan rutinitas begadang, baik untuk keperluan akademis, pekerjaan, maupun sekadar scrolling media sosial. Kebiasaan ini dapat mengganggu hormon yang mengontrol tekanan darah dan memperburuk kondisi kesehatan jantung.

3. Stres Kronis

Tekanan akademis, tuntutan pekerjaan, masalah sosial, hingga ekspektasi dari keluarga kerap membuat remaja melewati masa-masa stres. Hormon stres seperti kortisol dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Kondisi ini juga dapat membuat jantung bekerja lebih keras dari biasanya, bahkan berisiko kolaps.

4. Tren Rokok dan Vape

Rokok dan vape sudah menjadi hal yang lumrah di kalangan remaja, dan hal ini sering kali dianggap keren. Banyak remaja beranggapan bahwa vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional.

Padahal, faktanya kebiasaan merokok dan vape sama-sama dapat membahayakan kesehatan tubuh. Kandungan nikotin dan zat kimia lainnya dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan risiko darah menggumpal.

Pentingnya Deteksi Dini

Penting bagi kita semua untuk memahami gejala-gejala awal penyakit jantung serta faktor-faktor yang dapat memicu penyakit tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menegaskan, dengan mendeteksi penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung, sejak dini, dapat meningkatkan peluang penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi serius.

Deteksi dini memungkinkan penderita mendapatkan penanganan dengan konseling dan pengobatan sesegera mungkin.

Namun, walaupun kita telah mengetahui faktor-faktor pemicu serangan jantung, sayangnya kondisi ini sering kali datang tanpa gejala yang mencolok. Salah satunya ketika kita mengalami rasa nyeri di bagian lengan kiri, banyak orang menganggap kondisi ini hanyalah efek samping dari salah posisi tidur.

Selain itu, ada juga gejala yang tidak mencolok seperti rasa tidak nyaman di dada, mual, atau napas terasa pendek. Tidak jarang, kondisi ini diabaikan dan dianggap sebagai efek kelelahan atau masuk angin saja.

Kenyataan inilah yang membuat semakin banyak remaja terlambat menyadari bahwa gejala-gejala sepele tersebut dapat menjadi indikasi awal serangan jantung.

Akibatnya, mereka baru mencari pertolongan medis ketika kondisinya sudah cukup parah dan sulit ditangani. Padahal, jika kita lebih peduli dengan gejala yang dialami, semakin besar pula peluang untuk menyelamatkan kondisi tersebut. (*)

SourceJPGroup

Update