Minggu, 25 Januari 2026

Jangan Disepelekan, Ini Bahaya Makan Makanan Basi Tanpa Disadari

Berita Terkait

Makan makanan basi berbahaya bagi kesehatan. (Freepik)

batampos – Makanan sisa biasanya selalu disimpan dalam kulkas. Kadang terlalu menyimpan membuat makanan tersebut menjadi basi.

Padahal makanan sisa hanya dapat bertahan maksimal 48 jam dalam kulkas. Mengonsumsi lebih dari itu bisa memberikan efek buruk bagi sistem pencernaan.

“Kandungan nutrisi dalam makanan akan hilang secara langsung, karena terpapar udara dan seberapa sering makanan tersebut dipanaskan. Makanan tersebut tidak memberikan energi atau menaikkan mood, yang pada akhirnya membuat tubuh merasa depresi dan malas,” ujar Mansi Gupta, ahli gizi Delhi di MAIA Nutrition, dikutip dari Times of India, Kamis (21/8).

Ini bahaya kesehatan dari makanan basi, dikutip dari WebMD:

1. Keracunan makanan

Makanan basi berisiko terkontaminasi bakteri seperti Salmonella, E. coli, Listeria, hingga Clostridium botulinum. Gejalanya adalah mual, muntah, diare, kram perut, demam, dehidrasi parah, dan komplikasi serius.

2. Pertumbuhan jamur dan mikotoksin

Makanan seperti roti, kacang, dan buah sangat rentan terkena jamur. Zat berbahaya ini bisa menyebabkan iritasi, alergi, gangguan sistem saraf, dan kerusakan hati atau ginjal dalam jangka panjang.

3. Penurunan gizi

Makanan basi kehilangan banyak nutrisi. Mengonsumsinya membuat tubuh tidak mendapatkan manfaat gizi yang diharapkan walaupun porsi makanan cukup.

4. Gangguan pencernaan

Gangguan seperti perut kembung, gas berlebihan, nyeri, mual, muntah, diare, dan sembelit bisa muncul beberapa jam hingga hari.

5. Reaksi alergi

Adanya senyawa dari mikroorganisme atau perubahan kimia bisa memicu alergi, seperti ruam kulit, gatal, dan risiko sesak napas pada beberapa orang.

Makanan basi memiliki ciri khas yang berbeda. Roti biasanya memiliki tekstur keras dan kering.

Rasa basi pada daging bisanya menghasilkan aroma basah. Adanya oksidasi lemak menghasilkan senyawa bau tidak sedap seperti aldehida dan keton.

Pastikan sebelum memakan periksa label kedaluwarsa terlebih dahulu. Amati secara fisik dari bau maupun tekstur.

Gunakan wadah tertutup dan bersih jika ingin disimpan. Jika ragu lebih baik membuang daripada mengalami gejala serius.(*)

 

Reporter: Juliana Belence

Update