Minggu, 25 Januari 2026

10 Kebiasaan Generasi Baby Boomer yang Kurang Relevan untuk Saat Ini

Berita Terkait

Ilustrasi seorang dewasa yang sedang menatap layar ponsel di depan aplikasi media sosial. (Freepik)

batampos – Perubahan adalah satu-satunya hal yang pasti dalam hidup, dan ketika waktu terus melaju, gaya hidup, cara berinteraksi, bahkan hal-hal kecil dalam keseharian pun ikut bergeser.

Apa yang dulu dianggap sopan, wajar, atau bahkan wajib dilakukan, kini mungkin terasa janggal, ketinggalan zaman, atau tidak praktis.

Generasi Baby Boomer, yang tumbuh di era penuh tradisi dan norma sosial yang ketat, memiliki segudang kebiasaan yang membentuk cara mereka melihat dunia.

Namun, seiring kemajuan teknologi, perubahan pola pikir, dan cara hidup yang semakin dinamis, beberapa kebiasaan ini mulai kehilangan relevansinya.

Bukan berarti semuanya salah, banyak dari kebiasaan tersebut lahir dari niat baik dan nilai positif, namun di tengah ritme hidup modern yang cepat dan praktis, tidak semua bisa bertahan.

Dilansir dari Geediting, inilah sepuluh kebiasaan baby boomer yang tak lagi menyatu dengan kehidupan modern.

1. Datang Tanpa Pemberitahuan

Bagi Baby Boomer, datang tiba-tiba ke rumah kerabat atau teman sering dianggap sebagai bentuk keakraban.

Namun di masa sekarang, kebiasaan ini bisa membuat orang merasa terganggu, terutama karena banyak orang mengatur jadwalnya dengan ketat.

Generasi modern cenderung menghargai pemberitahuan terlebih dahulu agar mereka bisa mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun mental.

2. Menelepon untuk Mengobrol Lama

Telepon rumah dulu menjadi sarana komunikasi utama, dan obrolan panjang di telepon adalah hal biasa.

Sekarang, dengan kehadiran pesan singkat, media sosial, dan video call, kebiasaan menelepon lama tanpa tujuan jelas sering dianggap mengganggu.

Generasi modern cenderung mengutamakan komunikasi yang ringkas, efisien, dan sesuai kebutuhan.

3. Mengirim Ucapan Terima Kasih Formal untuk Segala Hal

Menulis surat atau kartu ucapan terima kasih untuk setiap bantuan atau hadiah adalah hal yang sopan di masa lalu.

Namun, di dunia yang serba cepat, ucapan terima kasih sering disampaikan lewat pesan singkat atau media sosial.

Meskipun makna kesopanan tetap sama, caranya kini menjadi lebih praktis.

4. Mengharapkan Semua Orang Makan Menu yang Sama

Saat berkumpul, Baby Boomer terbiasa membuat satu jenis hidangan besar untuk semua orang.

Kini, dengan semakin banyaknya pilihan diet dan preferensi makanan, mulai dari vegetarian hingga bebas gluten, kebiasaan ini bisa menimbulkan kesulitan.

Generasi sekarang cenderung lebih fleksibel dalam menyesuaikan menu.

5. Memberi Uang Tunai sebagai Hadiah Standar

Dulu, memberikan uang tunai dalam amplop adalah hadiah aman dan serbaguna.

Tetapi sekarang, hadiah digital seperti voucher belanja atau e-wallet menjadi pilihan yang lebih praktis.

Generasi modern lebih menyukai hadiah yang sesuai kebutuhan atau minat penerimanya.

6. Berpakaian Rapi untuk Perjalanan Udara

Baby Boomer sering menganggap perjalanan udara sebagai momen istimewa yang membutuhkan penampilan terbaik.

Namun, bagi generasi sekarang, kenyamanan lebih diutamakan. Jeans, hoodie, dan sepatu sneakers menjadi pilihan umum karena perjalanan seringkali panjang dan melelahkan.

7. Memiliki Lemari Porselen dan Ruang Pamer

Dulu, lemari pajangan berisi porselen atau pernak-pernik mewah adalah simbol status.

Kini, banyak orang memilih gaya minimalis yang mengutamakan fungsi dibanding pajangan.

Ruang pamer mulai tergantikan oleh ruang yang multifungsi dan bebas dari barang yang jarang dipakai.

8. Bergantung pada Dokumen Kertas

Baby Boomer terbiasa menyimpan semua dokumen dalam bentuk fisik, mulai dari tagihan hingga catatan penting. Di era digital, kebiasaan ini terasa kurang efisien.

Penyimpanan digital lebih hemat tempat, aman, dan mudah diakses kapan saja.

9. Mengharapkan Telepon Langsung daripada Pesan Teks

Bagi Baby Boomer, menelepon adalah cara utama untuk menyampaikan pesan.

Namun, generasi sekarang lebih nyaman dengan pesan teks yang bisa dibaca dan dibalas sesuai waktu luang. Perbedaan preferensi ini kadang memicu kesalahpahaman kecil.

10. Menilai Kesuksesan dari Pekerjaan Seseorang

Di masa lalu, pekerjaan sering dianggap sebagai ukuran utama keberhasilan.

Kini, banyak orang melihat kesuksesan dari berbagai aspek, seperti kebahagiaan, kesehatan mental, atau kebebasan waktu.

Generasi modern lebih menghargai keseimbangan hidup dibanding pencapaian karier semata. (*)

SourceJPGroup

Update