Senin, 26 Januari 2026

Onychophagia: Kebiasaan Menggigit Kuku yang Bisa Ganggu Kesehatan

Berita Terkait

Gigit kuku
Ilustrasi. F. Freepik

batampos – Kebiasaan menggigit kuku kerap dianggap lumrah, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Namun, di balik itu, kebiasaan ini memiliki nama ilmiah onychophagia, yakni tindakan menggigit kuku secara berulang yang biasanya terjadi saat seseorang merasa cemas, bosan, atau bahkan tanpa sadar melakukannya.

Meski terlihat sepele, kebiasaan ini bisa menimbulkan dampak serius bagi kesehatan fisik maupun mental. Berikut sejumlah efek buruk dari kebiasaan menggigit kuku, seperti disitat dari media Malaysia,  Berita Harian:

1. Penampilan Kuku Menjadi Rusak

Kuku yang sering digigit akan terlihat tidak rata, mudah patah, dan tampak kusam. Dalam jangka panjang, ini dapat memengaruhi pertumbuhan kuku dan menyebabkan bentuknya berubah secara permanen.

2. Meningkatkan Risiko Infeksi

Area di bawah kuku merupakan tempat ideal bagi bakteri dan kotoran. Ketika digigit, bakteri ini bisa masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.

3. Memicu Masalah Pencernaan

Tanpa disadari, menggigit kuku memungkinkan masuknya kuman ke mulut, yang dapat menyebabkan gangguan seperti diare, radang tenggorokan, hingga masalah pencernaan lainnya.

4. Paronychia atau Radang di Sekitar Kuku

Jika kebiasaan ini tidak dihentikan, risiko terkena paronychia yakni radang pada kulit di sekitar kuku meningkat.

5. Struktur Gigi Bisa Rusak

Menggigit kuku terus-menerus dapat menyebabkan gigi retak, miring, atau bahkan menyebabkan nyeri pada rahang akibat tekanan berulang.

6. Gangguan Kesehatan Mental

Onychophagia sering kali merupakan bentuk coping mechanism terhadap stres atau gangguan emosi. Kebiasaan ini berkaitan dengan kondisi seperti depresi, OCD, kecemasan, sindrom Tourette, hingga ADHD. Penampilan kuku yang rusak pun bisa menurunkan kepercayaan diri dan memengaruhi interaksi sosial.

Tips Mengurangi Kebiasaan Menggigit Kuku:

  • Sibukkan diri dengan kegiatan produktif seperti membaca, menulis, olahraga, atau merajut.
  • Potong kuku secara rutin agar tidak ada bagian yang menggoda untuk digigit.
  • Lakukan perawatan kuku, misalnya dengan mempercantik kuku lewat manicure.
  • Konsultasi ke tenaga profesional jika kebiasaan ini berkaitan dengan tekanan emosional. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Update