Senin, 26 Januari 2026

4 Dampak Buruk Terlalu Sibuk Beraktivitas dan Lupa Mengistirahatkan Diri

Berita Terkait

ILUSTRASI: Sibuk bekerja.

batampos – Kesibukan yang terus-menerus dapat berdampak besar pada berbagai aspek kehidupan kita. Tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik dan emosional, kesibukan juga bisa mengganggu kualitas hubungan dengan orang-orang terdekat. Lebih dari itu, ketika kesibukan mengambil alih, sulit bagi kita guna menemukan keseimbangan yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Memahami dampak ini penting agar kita mampu mulai mengambil langkah bijak mengelola waktu dan energi dengan lebih baik demi menjaga kesehatan, mempererat hubungan, dan menciptakan hidup yang lebih seimbang serta bermakna. Merangkum Very Well Mind, berikut ini beberapa dampak buruk terlalu sibuk dalam beraktivitas dan lupa mengistirahatkan diri dengan baik.

1. Kesehatan emosional

Ketika kita terlalu mengagungkan kesibukan dan terus mendorong diri selalu aktif, sering kali kita malah menumpuk beban berupa berbagai kewajiban, komitmen, dan tanggung jawab yang akhirnya terasa memberatkan. Kesibukan yang berlebihan tidak hanya meningkatkan stres, namun juga mampu menurunkan rasa percaya diri, bahkan memicu masalah kesehatan mental yang lebih serius seperti gangguan kecemasan, depresi, hingga penyalahgunaan zat.

Berbagai penelitian juga menyatakan bahwa tingkat kesibukan yang tinggi hingga sedang dapat membuat seseorang, terutama orang dewasa lanjut usia, jadi kurang patuh dalam menjalani pengobatan. Ini sangat berisiko, terutama jika obat-obatan tersebut penting dalam mengatasi masalah kesehatan mental mereka. Dengan kata lain, kesibukan yang tidak terkelola dengan baik bisa memperburuk kondisi kesehatan.

2. Kesehatan fisik

Kesibukan yang terus-menerus umumnya membuat kita rela mengorbankan kesehatan fisik demi menyelesaikan berbagai tugas. Contohnya, kita jadi sulit menemukan waktu untuk berolahraga secara rutin atau bahkan kehilangan jam tidur yang seharusnya cukup guna memulihkan tenaga.

Selain itu, saat tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda masalah kesehatan, kita sering menunda atau mengabaikannya, memilih menekan rasa tidak nyaman daripada segera mencari bantuan medis.

Padahal, kebiasaan seperti ini dapat berdampak buruk dalam jangka panjang. Menyadari pentingnya menjaga kesehatan fisik di tengah kesibukan adalah langkah awal menemukan keseimbangan yang sehat antara pekerjaan dan perawatan diri.

3. Hubungan

Ketika jadwal harian dipenuhi dengan berbagai aktivitas dan tanggung jawab yang padat, seringkali kita kehilangan kesempatan membangun hubungan yang benar-benar bermakna dengan orang-orang di sekitar kita. Waktu yang tersisa terasa sangat terbatas, bahkan kadang nyaris tidak ada sama sekali untuk benar-benar hadir dan terhubung dengan keluarga, teman, atau pasangan.

Akibatnya, perasaan kesepian dan isolasi mampu muncul, tidak hanya dirasakan oleh kita yang sibuk, tetapi juga oleh mereka yang berharap mendapat perhatian dan kehadiran kita. Hubungan sejati memang membutuhkan waktu, perhatian, dan usaha dari semua pihak yang terlibat.

Namun, ketika kita terbagi oleh segudang kewajiban dan tekanan, kita cenderung merasa stres dan kelelahan, sehingga sulit menjadi benar-benar fokus dan hadir secara emosional dalam interaksi sosial. Kondisi ini membuat kita sulit memberikan dukungan yang tulus dan menjaga kualitas hubungan supaya tetap sehat dan harmonis.

Oleh sebab itu, penting menyadari bahwa menjaga hubungan tidak hanya soal kehadiran fisik, namun juga bagaimana kita meluangkan waktu dan energi guna benar-benar berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang-orang yang kita sayangi. Menyisihkan waktu meski sedikit, bisa menjadi investasi berharga untuk memperkuat ikatan dan mengurangi rasa terisolasi yang mungkin timbul di tengah kesibukan.

4. Work life balance

Kesibukan yang terus-menerus tanpa jeda sering mengganggu keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi kita. Ketidakseimbangan ini tidak hanya memengaruhi bagaimana kita menikmati waktu di tempat kerja, namun juga berdampak pada kualitas kehidupan di rumah dua aspek penting yang seharusnya saling mendukung agar kita bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

Walaupun definisi keseimbangan kerja-kehidupan bisa berbeda bagi setiap orang, secara umum, ketika kita berhasil mencapainya, kita akan merasa lebih punya kendali atas waktu dan lebih nyaman dengan cara kita menjalani hari-hari. Sebaliknya, apabila keseimbangan ini terganggu, tanda-tanda seperti rasa lelah yang berlebihan, merasa kewalahan dengan pekerjaan, serta terputus dari hubungan sosial atau keluarga bisa muncul.

Kondisi ini sering berujung kelelahan fisik dan mental yang serius, bahkan memicu stres kronis yang lama-kelamaan dapat merusak kesehatan mental dan fisik secara keseluruhan. Maka dari itu, menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bukan hanya soal manajemen waktu, namun juga kunci penting demi menjaga kualitas hidup yang sehat dan bahagia. (*)

SourceJPGroup

Update