
batampos – Bagi penderita diabetes, mengatur pola makan adalah langkah penting untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Salah satu sumber karbohidrat utama di Indonesia adalah nasi putih, namun ternyata konsumsinya perlu diatur dengan hati-hati.
Dilansir dari laman YouTube Kunci Sehat, ada anggapan bahwa nasi putih yang telah didinginkan lebih baik dikonsumsi oleh penderita diabetes dibandingkan nasi yang baru matang.
Hal ini berkaitan dengan perubahan struktur pati dalam nasi yang telah disimpan di kulkas selama 24 jam.
Pati dalam nasi yang sudah didinginkan dan dihangatkan kembali akan berubah menjadi pati resisten, yaitu jenis pati yang sulit dicerna oleh tubuh.
Proses ini memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, khususnya dalam mengontrol kadar gula darah.
1. Membantu Mengendalikan Kadar Gula Darah
Salah satu keunggulan nasi putih dingin adalah indeks glikemiknya yang lebih rendah dibandingkan nasi yang baru matang.
Indeks glikemik rendah berarti pelepasan gula ke dalam darah berlangsung lebih lambat, sehingga kadar gula darah tidak melonjak drastis setelah makan.
Dengan mengganti nasi panas dengan nasi dingin, penderita diabetes bisa lebih mudah menjaga kestabilan gula darah hariannya.
2. Meningkatkan Efektivitas Hormon Insulin
Pada penderita diabetes tipe 2, tubuh mengalami gangguan dalam penggunaan insulin, hormon yang membantu gula masuk ke dalam sel.
Pati resisten dalam nasi dingin akan masuk ke usus besar dan difermentasi oleh bakteri baik menjadi asam lemak rantai pendek, salah satunya asam propionat.
Asam ini berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin terutama di jaringan lemak, sehingga gula darah lebih mudah dimanfaatkan oleh sel dan tidak menumpuk di aliran darah.
3. Berfungsi sebagai Prebiotik Alami
Pati resisten dalam nasi dingin tidak hanya membantu metabolisme gula, tetapi juga berfungsi sebagai prebiotik.
Prebiotik adalah nutrisi bagi bakteri baik di usus besar, yang akan menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Mikrobiota yang sehat membantu memperkuat sistem imun, mengurangi peradangan, dan meningkatkan pencernaan, faktor penting yang juga berpengaruh pada kondisi metabolik seperti diabetes.
4. Membantu Menurunkan Kolesterol
Studi dalam Nutrition Research menunjukkan bahwa konsumsi pati resisten dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida.
Hal ini penting karena penderita diabetes memiliki risiko tinggi terhadap komplikasi kardiovaskular.
Dengan mengonsumsi nasi dingin secara rutin, kolesterol total dalam tubuh dapat dikendalikan lebih baik, sehingga risiko serangan jantung dan stroke juga dapat ditekan.
5. Membuat Lebih Kenyang dan Mengurangi Asupan Kalori
Pati resisten dicerna lebih lambat, sehingga membuat perut kenyang lebih lama.
Hal ini sangat membantu bagi penderita diabetes yang perlu mengendalikan asupan kalori harian untuk menjaga berat badan.
Rasa kenyang yang lebih lama juga menekan keinginan untuk makan berlebih atau ngemil makanan tinggi gula di antara waktu makan, sehingga pola makan menjadi lebih teratur dan sehat.
Meski nasi dingin menawarkan berbagai manfaat untuk penderita diabetes, ada beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan.
Nasi yang telah didinginkan sebaiknya dihangatkan kembali sebelum dikonsumsi, untuk membunuh bakteri dan membuat teksturnya lebih enak disantap.
Pastikan juga nasi disimpan dalam wadah bersih dan dikonsumsi bersama lauk bergizi seperti sayuran dan protein tanpa lemak.
Hindari lauk tinggi gula dan lemak agar manfaat nasi dingin tidak terganggu oleh pola makan yang kurang sehat.
Dengan penerapan yang tepat, nasi dingin bisa menjadi pilihan karbohidrat yang lebih aman dan mendukung pengelolaan diabetes secara alami. (*)
