Rabu, 28 Januari 2026

Fakta Kolesterol dalam Daging Kambing, Benarkah Selalu Berbahaya?

Berita Terkait

Ilustrasi satai daging kambing. (ANTARA/freepik.com)

batampos – Pernah menahan diri saat Idul Adha hanya karena takut kolesterol dari daging kambing atau domba? Wajar saja, karena selama ini daging merah memang sering disalahkan sebagai pemicu kolesterol tinggi. Namun, apakah benar daging domba dan kambing selalu menjadi musuh utama bagi kesehatan jantung?

Dilansir dari Healthline pada Senin (26/5), berikut adalah penjelasan lengkap mengenai kandungan kolesterol dalam daging domba, jenis lemak yang terkandung, serta tips aman mengolahnya agar tetap sehat dikonsumsi tanpa perlu khawatir berlebihan.

Kolesterol Tidak Selalu Jahat

Sebelum terburu-buru menyalahkan daging kambing atau domba, penting untuk memahami apa itu kolesterol. Kolesterol adalah sejenis lemak yang dibungkus protein dan bergerak dalam tubuh melalui dua jenis: LDL (low-density lipoprotein) dan HDL (high-density lipoprotein).

LDL sering dijuluki kolesterol “jahat” karena jika kadarnya terlalu banyak, dia bisa menumpuk di dinding pembuluh darah. Akibatnya, aliran darah ke jantung dan otak bisa terhambat, bahkan dapat memicu serangan jantung atau stroke. Sedangkan HDL adalah kolesterol “baik” yang membantu mengangkut kelebihan kolesterol untuk dibuang dari tubuh melalui hati. Jadi, kolesterol sebenarnya membutuhkan keseimbangan.

Daging Kambing dan Domba Mengandung Lemak, tapi Bisa Disiasati

Faktanya, daging domba dan kambing memang mengandung lemak jenuh—jenis lemak yang dapat meningkatkan kadar LDL jika dikonsumsi berlebihan. Namun, bukan berarti kamu harus say goodbye selamanya pada hidangan seperti tongseng atau sate kambing.

Solusinya ada pada cara memilih dan mengolah daging. Pilihlah bagian yang lebih ramping atau lean cut seperti tenderloin, loin chops, atau bagian paha (leg). Potongan ini lebih rendah lemak jenuh dibandingkan bagian lain yang lebih berlemak.

Satu hal penting: sebelum dimasak, buang lemak yang terlihat di permukaan. Potongan lemak putih ini bisa jadi penyumbang kolesterol yang cukup signifikan jika dibiarkan menempel saat dimasak.

Cara Masak Lebih Sehat, Mood Makan Tetap On!

Ingin makan daging tapi tetap sehat? Bisa banget, asalkan pintar-pintar mengolahnya. Hindari metode menggoreng dengan banyak minyak, apalagi deep fry. Proses ini dapat menambah kadar lemak trans—lemak yang bisa membuat kolesterol semakin tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Lebih baik kamu masak daging dengan cara dipanggang, dibakar, atau dikukus. Jika ingin memanggang, taruh daging di atas rak supaya tetesan lemak nggak nempel lagi ke daging.

Yakinlah, dengan cara memasak yang tepat dan pemilihan potongan daging yang lebih ramping, kamu masih bisa menikmati hidangan favorit tanpa harus khawatir berlebihan soal kolesterol. (*)

SourceJPGroup

Update