Kamis, 29 Januari 2026

Imunitas Alami dan Buatan, Apa perbedaannya dan Kapan Dibutuhkan?

Berita Terkait

Batampos – Imunitas tubuh merupakan sistem pertahanan penting yang menjaga kita dari berbagai ancaman penyakit. Namun, tidak semua bentuk kekebalan tubuh berasal dari proses alami. Dunia medis mengenal dua jenis utama imunitas, yaitu imunitas alami dan imunitas buatan. Keduanya memainkan peran berbeda namun sama-sama vital dalam melindungi tubuh dari infeksi dan gangguan kesehatan serius.

Ilustrasi seseorang mendapatkan vaksin. Ini sebagai bagian dari cara mendapatkan imunitas buatan. (Pixabay)

Imunitas alami adalah pertahanan tubuh yang terbentuk secara alami dalam tubuh. Terbagi dua, yakni:

  1. Imunitas Bawaan (Innate Immunity)

Merupakan perlindungan dasar sejak lahir. Contohnya adalah kulit sebagai penghalang fisik, lendir di saluran napas, dan sel darah putih yang langsung melawan patogen umum.

  1. Imunitas Adaptif Alami (Natural Adaptive Immunity)

Terbentuk setelah seseorang terinfeksi penyakit secara langsung, misalnya setelah sembuh dari flu atau cacar air. Tubuh kemudian membentuk memori imun untuk melawan patogen yang sama jika menyerang kembali di masa depan.

BACA JUGA:
Kenali Fungsi Sistem Imun, Garda Terdepan Tubuh Melawan Penyakit
Ilmiah, Ini Tujuh Cara Alami Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

Kemudian bagaimana dengan imunitas buatan? Yaitu kekebalan yang diperoleh melalui intervensi medis, seperti vaksinasi atau pemberian antibodi. Terdapat dua jenis utama:

  1. Imunitas Aktif Buatan. Didapat dari vaksinasi, yang merangsang tubuh untuk membentuk antibodi dan sel memori tanpa harus mengalami penyakitnya. Contohnya vaksin COVID-19, vaksin DPT, atau vaksin hepatitis.
  1. Imunitas Pasif Buatan. Didapat dari pemberian antibodi instan, seperti serum imunoglobulin. Biasanya diberikan dalam situasi darurat ketika tubuh belum sempat membentuk kekebalan sendiri, seperti setelah terpapar virus rabies.

Lalu, kapan imunitas buatan dibutuhkan? Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan World Health Organization (WHO), imunitas buatan sangat penting dan dibutuhkan dalam beberapa kondisi berikut:

  • Untuk pencegahan penyakit menular berbahaya, seperti difteri, tetanus, polio, atau hepatitis B.
  • Dalam situasi pandemi, seperti COVID-19, ketika vaksinasi massal menjadi cara utama membangun kekebalan kelompok (herd immunity).
  • Pada individu dengan sistem imun lemah, seperti lansia atau pasien imunokompromais (penderita HIV, kanker).
  • Setelah terpapar penyakit berisiko tinggi, seperti virus rabies atau hepatitis A saat bepergian ke daerah endemik.
  • Bayi yang belum membentuk kekebalan sempurna, diberikan imunisasi sejak usia dini untuk perlindungan awal.

Jadi, baik Imunitas alami dan buatan sama-sama penting dalam menjaga kesehatan tubuh. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Update