
batampos – Sahur merupakan momen penting sebelum menjalankan puasa di bulan suci Ramadan. Karena makanan yang dikonsumsi saat sahur akan memengaruhi energi dan kenyamanan tubuh sepanjang hari.
Para ahli kesehatan dari WHO menyarankan untuk memilih makanan sehat yang memberikan energi bertahan lama dan menghindari jenis makanan yang berdampak negatif selama berpuasa.
Memahami makanan yang dapat memperberat puasa sangat penting agar tubuh tetap bugar dan fokus dalam menjalankan aktivitas harian selama puasa.
Pasalnya ada beberapa makanan meskipun terasa lezat justru dapat membuat tubuh cepat lemas atau meningkatkan rasa haus dan gangguan pencernaan.
Dilansir dari laman WHO dan The Guardian, Senin (23/2) berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat sahur :
1.Makanan tinggi gula sederhana
Makanan dengan gula tambahan seperti kue manis, donat, atau makanan sarapan tinggi gula sebaiknya dihindari saat sahur karena cepat dicerna dan membuat gula darah naik tajam lalu turun cepat.
Peningkatan dan penurunan gula darah yang cepat dapat menyebabkan lemas, lapar lebih cepat dan penurunan energi di siang hari. Sebagai gantinya Anda bisa pilih karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau roti gandum.
Studi juga menyebut bahwa makanan bergula tinggi tidak hanya berdampak pada energi tetapi juga dapat meningkatkan risiko konsumsi kalori berlebihan setelah sahur.
2.Minuman berkafein
Minuman berkafein seperti kopi, teh hitam atau minuman berenergi sebaiknya dihindari saat sahur karena bersifat diuretik yang bisa meningkatkan produksi urine dan berisiko menyebabkan dehidrasi saat berpuasa.
Dehidrasi bisa memperburuk rasa haus, sakit kepala, dan kelelahan sepanjang siang hari. Karena waktu minum terbatas hanya antara berbuka dan sahur.
Oleh sebab itu, disarankan minum air putih atau minum tanpa kandungan kafein untuk menjaga hidrasi tubuh.
Selain itu, kafein juga dapat memengaruhi kualitas tidur sebelum sahur sehingga membuat seseorang merasa kurang segar di pagi hari dan memengaruhi konsentrasi di siang hari.
3.Makanan tinggi garam
Makanan tinggi garam seperti makanan cepat saji, keripik atau makanan tinggi sodium dapat menyebabkan rasa haus yang berlebihan dan dehidrasi lebih cepat yang membuat puasa terasa lebih sulit dan tidak nyaman.
Pedoman WHO menyebut bahwa sodium harus dibatasi selama sahur agar tubuh tidak kehilangan cairan terlalu cepat di siang hari.
Sebagai gantinya, Anda bisa pilih makanan dengan garam rendah dan perbanyak sayuran atau buah tinggi air.
4.Makanan goreng dan berlemak tinggi
Makanan yang digoreng atau tinggi lemak seperti gorengan berat dapat membuat proses pencernaan lebih lambat dan menyebabkan rasa tidak nyaman atau kembung saat berpuasa.
Anda harus membatasi konsumsi gorengan dan makanan yang banyak dimasak dengan minyak saat sahur karena lemak tinggi akan memperberat kerja lambung saat dicerna.
Sebagai gantinya, Anda bisa pilih makanan yang dipanggang, direbus atau dikukus yang tetap memberikan nutrisi tanpa kelebihan lemak. Selain itu, Anda juga bisa pilih sumber protein dan lemak sehat seperti kacang, ikan, alpukat dalam porsi seimbang.
5.Karbohidrat refined seperti tepung putih dan pastry
Makanan bergandum putih seperti roti putih, pastry dan makanan berbasis tepung rafinasi cepat dicerna dan menyebabkan naiknya kadar gula darah dengan cepat yang kemudian turun cepat pula sehingga memicu rasa lapar yang lebih cepat.
Studi panduan gizi menunjukkan bahwa memilih karbohidrat kompleks seperti oatmeal, nasi merah dan roti gandum utuh membantu energi lebih bertahan lama.
Sebaliknya makanan berbasis tepung putih dapat menyebabkan lonjakan energi yang cepat hilang bahkan sebelum waktu berbuka.
6.Minuman berkarbonasi dan soda
Minuman berkarbonasi seperti soda tidak dianjurkan saat sahur karena dapat menyebabkan gas, kembung dan ketidaknyamanan perut sepanjang hari.
Selain itu, minuman ini sering mengandung gula tinggi yang cepat memberikan energi sementara tetapi kemudian menyebabkan penurunan energi lebih cepat.
Studi kesehatan juga menunjukkan bahwa minuman manis berkarbonasi dapat berkontribusi pada peningkatan kalori yang tidak diinginkan.
7.Makanan terlalu pedas
Makanan yang terlalu pedas dapat meningkatkan produksi asam lambung dan rasa tidak nyaman pada perut kosong yang bisa membuat puasa menjadi lebih berat.
Pedoman kesehatan Ramadhan juga merekomendasikan memilih makanan yang mudah dicerna untuk mengurangi risiko iritasi lambung.(*)
